&^%$#&**()&^&#%@%#

Posted On Mei 9, 2008

Comments Dropped 12 responses

Hari-hari setelah UTS semester 6 ini:

” UAS kita adalah bikin penelitian bab 1-3 seperti layaknya skripsi. “
“Kalian boleh pakai iklan printed, iklan tv atau film yang penting dengan menggunakan teori semiotika.”
* it’s not a big deal*

Keesokan harinya:
” Baik UAS kalian take home test ya. Kalian buat suatu program acara, bisa documenter, features, news bulletin sepanjang 5- 7 menit, full editing. Itu untuk UAS kelompok. UAS individunya, kalian bikin berita pendek durasi 1 menit dengan angle yang baik dan minim editan kecuali VO ( Voice Over )”
* fiuh, mau kapan kerja dan hunting di lapangan*


Keesokan harinya lagi:

” Baik saya sudah periksa UTS kalian, dan ada yang mendapatkan nol! Saya mau kalian revisi, tapi revisi tidak bisa sampai 100%, nilai maksimal hanya 80%. Jika revisi nilai kalian akan dibagi dua.”
After class, i came to the lucture and asked about my score. She said B+
* diputuskan dengan sangat maruk untuk tidak direvisi saja*

Keesokan harinya lagi entah sudah melewati minggu ini atau belum:
” Siapa yang di UTSnya melampirkan foto orang bule menyetir becak? “
” Bisa anda jelaskan dimana KLB * Komunikasi Lintas Budaya* nya?”
Dengan tampang culun dan cupu teman saya berkata: Ya gitu deh pak!
” Nah, ini ya yang saya tidak suka! Kalian melampirkan foto tapi tidak tahu dimana teori KLB nya! Silahkan direvisi untuk UAS, buat laporan yang dalam, jangan seperti anak SMA! Lalu untuk UAS kalian semua harus membaca buku KLB * Komunikasi Lintas Budayanya* Dedy Mulyana, halaman sekian…bla..bla..bla…
* otak sudah mengalami kerusakan penggerogotan diri sendiri sebanyak 88,88888%*

Keesokan harinya, entah hari dan tanggal berapa:
” Kamu, kamu ini niat tidak buat penelitian Analisa Isi?!”
” Judul kamu ini bagus lho mengenai Lumpur Lapindo, tapi kenapa disini tidak ada lampiran berita dari media yang kamu teliti?!”
” Mana tabel korelasi dan reliabilitasnya? Mana penjabaran dari tabel frekuensi dengan teori yang anda cantumkan?”
” Kalau begini ya…, ini juga peringatan terhadap kelompok lain dan jangan mengulangi hal yang sama untuk presentasi berikutnya, ingat presentasi penelitian kalian ini adalah UAS. Kalian harus perbaikin kesalahan yang telah diperbuat teman kalian dan jangan diulang lagi…bla..bla..bla..
Untung bukan saya yang presentasi, tapi saya apes dapet jatah penampilan minggu ke tiga dari empat minggu!
*Penggerogotan otak semakin kronis sebanyak 55%*

Keesokan harinya, entah ini sudah tahun berapa:
” Mana teori Televisi menurut Alan Wurtzel?! Bagaimana kamu bisa menyelesaikan proposal magang kalau grand teori saja tidak dicantumkan!”
” Lho kenapa daftar pustakanya cuman 6, kamu tidak baca apa di buku panduan daftar pustaka harus minimal 12?!”
” Ya sudah dibenahin dulu saja ya, saya sibuk…bla..bla..bla…
* penggerogotan semakin kronis menjadi 30% dan sampai kebawa mimpi kok bisa-bisanya saya mendapat dosen pembimbing magang orang yang satu ini. Aku nggak mau Gagal Total!* BUAT YANG ANAK JURUSAN SAYA TAU SIAPA DOSEN YANG SAYA MAKSUD!

Keesokan harinya lagi:
” Ya kita syuting acara ini tanggal 30 Mei, 1, 7, dan 8 Juni. Simulasi mulai Jumat depan ya, rapat besar mulai Selasa ini.”
“Ada, tidak ada sponsor kita tetap melanjutkan syuting acara kita Surabaya On Screen ( SOS ) dan harus segera di jual ke SBO TV ( tv lokal Surabaya )”…bla..bla..bla..
* mati deh aku, gimana caranya ngerange jadwal?! Kutu kampret! Monyet…..&^%$#&**()&^&#%@%#

Penggerogotan otak dan hati sepertinya sudah pada tahap finish! Tissue pun juga sudah habis!
Yang saya cuman bisa katakan adalah …..()*(&*%&$^#$!#%$&*(&))*%^$%# untuk menyambut bulan MEI ini, bulan menakutkan mendekati detik terakhir UAS di bulan Juni!

Kangen Film-Film Kungfu Jadul!

Posted On April 28, 2008

Comments Dropped 27 responses

Habis nonton Forbidden Kingdom diriku kok jadi kangen dengan hal-hal berbau masa lalu ya? Nggak tau kenapa, kok tiba-tiba jadi inget aja film-film kungfu masa lalu yang aduh selalu mewarnai hari-hari kecilku!

Mulai dari keanggunan dan kecantikan Pai Su Chen di film White Snake Legend yang dulu disiarkan di Indosiar. Pertama kali ngeliat ini film, duh rasanya aku pengen berkhayal jadi wanita yang lemah gemulai seperti dia, tapi juga jago kungfu * tapi aku nggak mau jadi siluman*. Waktu musuhnya yaitu Ular Hijau, wah aku langsung beralih jatuh cinta bukan pada Pai Su Cen tapi pada sang adik angkat yaitu ular ijo! Dia tomboy, nakal tapi nggak kalah sakti dalam mengeluarkan kungfu dan ilmu sihirnya!* tapi tetep nggak mau jadi ular kayak dia* Inget film serian ini, aku jadi inget kalau dulu kecil aku jago maen orgen. Salah satu lagu kesukaanku dan kakekku, ya lagu OST nya film seri ini. Coba kalau dulu aku belajar lebih serius organ mungkin aku bisa ngalahin Yovie sekarang! * papa sih pake jual orgen segala ke orang laen, jadinya sekarang aku lupa gimana mainin kunci C*

(Baca Terusannya)

Yang Muda, Yang Nggak Dipercaya

Posted On April 15, 2008

Comments Dropped 33 responses

Cari tempat magang tuh memang susah banget ya. Bisa buat hati ini sebel karena disuruh menunggu lama banget, tapi karena kita sudah butuh ya mau nggak mau harus ditunggu meski menunggu adalah penyakit yang mematikan.

Kadang juga pemikiran orang terhadap kita juga nggak sama. Ada yang okeh-okeh saja dan menyambut dengan hangat. Ada yang aduh buat aku jengkel banget! Belum ngomong sudah di caci maki duluan, sudah di rendahkan dan diremehkan duluan. Apakah karena aku kuliah di kampus yang mayoritas chinese dan kampus yang bergengsi? Aku nggak tahu juga kenapa orang itu berbuat demikian.
(Baca Terusannya)

Pizza Hut, Chicken Roni!

Posted On April 13, 2008

Comments Dropped 12 responses

Selain tergila-gila dengan yang namanya Sushi, aku juga tergila-gila dengan yang namanya Pizza. Eitt..tapi jangan salah kalau ngomongin pizza, aku pasti suka pizza yang keluaran Pizza Hut daripada keluaran Izzi.* soalnya nggak ngenyangin sie*
(Baca Terusannya)

10.000 BC vs 40 Hari Bangkitnya Pocong.

Posted On April 3, 2008

Comments Dropped 28 responses

101.jpg
Adakah yang aneh dari gambar ini?

Pertama kali melihatnya, saya nggak menyadari ada keanehan dari gambar ini, tapi setelah dilihat mendalam baru saya sadar bahwa memang ada yang aneh.

Inikah cerminan film Indonesia yang “katanya laris” dipasaran ternyata tidak pede dengan hasil sendiri hingga harus mendompleng film Hollywood?

Halaman Berikutnya »