Orang Meninggal, meninggalkan nama? Trus Credit Title Itu Apa?

Ada pepatah mengatakan orang meninggal meninggalkan nama. In factorang masih hidup aja meninggalkan nama…betul nggak?

Kok bisa?
Ya bisa dong… misalnya kita ninggalin nama kita di kartu nama, kita ninggalin nama kita di benak orang lain karena kita begini dan begitu, kita ninggalin nama supaya orang nyebutin nama kita saat bertemu kita.. Nah kita juga ninggalin nama kita di layar kaca dalam bentuk credit title.

Buat aku suatu kebanggaan tersendiri nama aku bisa terpampang di layar kaca SBO TV saat acara X2 ( XUka-Xuka ) berakhir. Tanpa perlu nunggu aku meninggal duluan, aku sudah meninggalkan “nama” ku dalam bentuk credit title.

Continue reading

Babylon A.D jelek, mending soap opera!

Sialan otak aku sudah kram mikirin kolokium, trus fisik sudah teler akibat magang, waktunya mau refreshing eh malah nggak ada film yang bagus!

Babylon AD yang mengecewakan dari segi jalan cerita buat aku kapok untuk nonton film di bioskop minggu-minggu ini. Ya… memang aku akui, kejantanan Vin Diesel nggak ada matinya deh!

Mau refreshing dengan cara lama yaitu nonton juga dah nggak mendukung lagi. Nggak tau kenapa, setelah musim summer lewat film-film Hollywood pada jelek-jelek. Aku ngagk tertarik dengan film adaptasi seperti The Eye dan Bangkok Dangerous meski Nicolas Cage mengorbankan nama baiknya. Mendingan DVD aja deh! Sebenernya …aku kepengen ngeliat filmnya Titi Kamal dan Christian Sugiono, tau kan yang judulnya Tipu Kanan Tipu Kiri.
Continue reading

Ribet mikirin Kolokium!!!

Dah lama nggak posting, jadi kangen juga mau posting.
Belakangan ini sibuk magang dan ngurusin kolokium. Bayangin aja mulai dari Senin hingga Minggu nggak ada waktu libur sedikitpun. Fiuh…resiko mahasiswa nie.

Saat mendengar kata kolokium dan harus mengambil matakuliah itu agar bisa mengambil mata kuliah skripsi hati ini dag-dig-dug membayangkan mau ambil judul apa untuk skripsi aku.

Dijurusan aku memang skripsi di bagi jadi dua bagian. Bab 1-3 itu namanya kolokium. Nah disini kita kudu harus prepare segalanya sendiri. Mulai dari tema yang dianggakat * tentunya yang ada hubungannya dengan fenomena komunikasi*, judul, teori hingga metode yang digunakan. Kalau itu sudah fix dilakukanlah yang namanya sidang kolokium. Kalau di sidang ini aja nggak lulus, maka kita nggak bisa ambil tahap berikutnya yaitu skripsi. Skripsi disini kita tinggal revisi bab 1-3 yang sudah di acc lalu lanjut ngelakuin bab 4 hingga akhir. Ribet kan? Memang…
Continue reading