Ramalan Part 1!

Waktu pulang ke Madura lalu, di sore-sore jam lima dikala toko sedang mati lampu datanglah seorang pria baya berbangsa India ke toko aku. Memakai sorban berwarna kuning dan menawari papa aku untuk di ramal dengan bahasa campuran Inggris-Indonesia *dwi bahasa* dengan aksen India yang kental.

Karena kebingungan, papa aku langsunglah menurut untuk di ramal * soalnya dipaksa terus si*. Padahal dalam keluarga kami nggak kenal tuh sama yang namanya ramalan. Semua yang diramalkan oleh sang peramal tepat semua lho. Dia menanyakan beberapa pertanyaan pada papaku sambil memegang tangan kanannya. Jawaban atas pertanyaan itu sudah dituliskannya lebih dahulu pada sebuah kertas yang dilipat rapat sebelum dia mulai meramal.

Lalu…setelah diramal, pria baya itu meminya uang sebesar 500.000 rupiah sebagai imbalan agar papaku berumur panjang dengan menunjukkan foto2 orang sucinya India yang aku dan papaku sendiri tidak mengerti siapa dia. Entah kenapa papaku mengiyakan tapi dengan membayar 100.000 saja. Ya pikir papaku berderma lah.

Eh…nggak tau kenapa, rasa isengku langsung muncul. Aku langsung minta diramal juga. Soalnya dalam pikiran aku sayang banget 100.000 ribu cuman buat tukang ramal itu. Akhirnya dipeganglah tangan kiriku. Lalu dia meraba dan berbicara sesuai dengan garis tangan aku.

Kau bisa hidup sampai umur 89 tahun tanpa sakit apapun. And then you love one guy in your life juga bisa berhasil dalam perkawinan. Umur 25th you bisa married dan lancar. Bisniss you bisa berhasil apalagi kalau compare dengan your suami. You have five child and you future terang sekali. dan masih banyak ramalan lain yang panjang untuk di ceritakan….

Nah saat aku diramal, mama aku sudah bilang, nggak usah gitu-gituan. Orangnya pasti minta uang lagi. Eh..ternyata bener bok…dia minta uang 300.000 karena sudah meramal aku. Tapi papa aku sudah nggak mau lagi menurutinya. Dia sudah jengkel dan langsung lari kedalam rumah, dan diikuti oleh aku sama mama aku.

Besok paginya…

” Pa, kenapa dari tadi kok papa nggak focus si? Ditanya apa… jawab apa…Kok jadi linglung si?” Tanya mama aku saat di toko dan disamping aku pula.

” Nggak tau ya ma, papa itu lho jadi kepikiran muka si permal itu terus. Dari tadi malem papa nggak bisa tidur, kayaknya dibatin deh sama dia”

” Sama pa, aku juga iya, kayak kebayang-bayang muka dia” jawab ku.

Otomatis sang mama langsung berkata:
” Itu pasti gendam, kalau nggak ya telepatinya dia. Dia kan orang India, pasti mahir tuh. Kemarin juga kalian berdua kan nulis nama lengkap sama tanggal lahir di kertas trus dikasih ke dia kan. Wah itu pasti memang ditelepati tuh”

Ya Tuhan, baru kali ini diriku dan keluarga kena ilmu gelap begitu, padahal sebenernya dari awal, papaku sudah nolak tapi mengiyakan gara-gara dia dipaksa pria India itu. Trus aku juga cuman iseng dan nggak pernah mengamini yang namanya ramalan.

Langsung kami sekeluarga saat itu juga diajak ke Gereja berdoa bersama Romo. Maaf, bukannya mempromosikan agama nie, aku dan papa langsung terasa gimana gitu. Lebih enak dan nyantai. Langsung nggak kepikiran orang India itu lagi.

18 thoughts on “Ramalan Part 1!

  1. khim says:

    lho, prasaan koen budha kok nang gerejo
    *bingung*

    masalah ramal2an mungkin dia pake teknik cold reading atau hot reading untuk menebak ttg kita, lebih detil tanya om wiki

    masalah omongannya ttg masa depanmu, penipu mengakatan apa yang ingin kau dengar bukan apa yang perlu kau dengar

  2. jimmy says:

    waduh si orang India datang lagi gak? ntar dia datang lagi nagih sisanya loh..😀 tapi syukurlah sekarang sudah gak kepikiran lagi.. ramalannya yang bagus itu sih gapapa dipercayai aja😀

  3. evelynpy says:

    @ria:
    Iya, jangan sampek deh.
    Males banget! Takut kena gendam sama dia.
    Mending mikirin kolokium🙂

    @Khim:
    Wah..sebelum berangkat ke Jepang kayaknya di sini ada bibit2 jadi penipu yach?😆

    @Itikecil:
    Iya…
    kalau sampe ada apa2 bisa gila aku😦

    @Icha:
    Iya dah tobat.

    @Jimmy:
    Ya jangan sampai, kalau datang lagi mah aku langsung gibrit deh!
    Takut kena gendam lagi.

    @Kucluk:
    Termasuk kali ya?
    Hihihihihi…
    Nggak tau deh.

  4. mikearmand says:

    Wew 5 anak ?

    Your future terang sekali ? maksudnya ntar kamu cukup kaya buat beli lampu yg terang di rumah.

    BTW ceritamu cocok dijadikan film horror yg lagi musim di bioskop : “Gendam Peramal india”

    wkwkwkwkwkwkwkw

  5. Ivan says:

    Weleh2 … Lain kali harus tegas dikit. Ga ada tukang ramal yg bener itu minta duit. Kalopun mereka terima duit, ga boleh buka harga. Karena bakat meramal bagi mereka itu dianggap sebagai pemberian. Makanya ga boleh di komersialkan dengan pasang tarif.

    Ga tau apa yg dibilang ke papa loe. Yg dibilang ke kamu itu semua “masa depan” yang belom terjadi, jadi kamu belom bisa bilang bener atau salah ramalannya🙂

    Ga papa, pengalaman🙂

  6. evelynpy says:

    @ndop:
    Kayaknya mbah gogle ga punya deh, kan dia terlalu hitech!

    @Mike:
    Iya bener, daripada harus beranak dalam kubur, sumpah pocong dan judul2 yang menjijikkan itu, mending judul yang kamu kasih dan temanya lain pula, tentang peramal!😆

    @ratu:
    Bukannya ini ratu adil yang dulu dimusuhin itu ya?ih…siriknya minta ampun!

    @Meong:
    iya kalau dilamar mah belum tapi pengen😉

    @Didut:
    Iya…😆 Namanya juga iseng, eh…jadinya malah serius!

    @Ivan:
    Iya…harusnya dia mah nggak boleh pasang tarif ya seperti Mama Lauren😆

  7. Tigis says:

    wah serem jg jadi korban ilmu hitam. Gue seumur2x kyknya belon pernah deh. Tapi kalo org indianya secakep aiswarhya rai mah gue nyerah aja…hehehe

  8. Ivan says:

    Mama Lauran (yg lewat telpon) wah yang ini lebih maju lagi … pas kamu telpon, tarifnya udah langsung masuk tagihan telponmu. Khan premium rate.

    Dah lah, mending traktir aku di Sutos …🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s