Yang Muda, Yang Nggak Dipercaya

Cari tempat magang tuh memang susah banget ya. Bisa buat hati ini sebel karena disuruh menunggu lama banget, tapi karena kita sudah butuh ya mau nggak mau harus ditunggu meski menunggu adalah penyakit yang mematikan.

Kadang juga pemikiran orang terhadap kita juga nggak sama. Ada yang okeh-okeh saja dan menyambut dengan hangat. Ada yang aduh buat aku jengkel banget! Belum ngomong sudah di caci maki duluan, sudah di rendahkan dan diremehkan duluan. Apakah karena aku kuliah di kampus yang mayoritas chinese dan kampus yang bergengsi? Aku nggak tahu juga kenapa orang itu berbuat demikian.

” Memangnya kamu bisa ya magang di sini, syuting dilapangan, harus mandi keringet, menghirup debu?!” Kata salah satu owner di SBY.
” Aku tuh nggak mau ya kalau anak magangku itu berbicara bahasa pasar!”

Masih banyak lagi pelecehan dan kata-kata penjatuhan mental yang dikeluarkan oleh si owner tadi. Padahal buat aku itu semua nggak pantas dia omongin, secara aku tuh belum berbicara apa tujuanku dan mau ngapain aku datang ke tempatnya. Kalau di lihat dari cara berpakaian, aku nggak salah kok justru rapi. Dilihat dari cara bicara, juga nggak ada masalah. Orang bapaknya start duluan sebelum aku dan beberapa temenku bicara. Kalau begini aku jadi ingat iklannya A-mild yang ” Yang muda yang nggak dipercaya”.

Memang susah ya kalau mau magang itu. Bagi beberapa orang yang sudah bekerja, kedatangan anak magang itu seperti kedatangan surga dengan sendirinya. Jadi dia bisa menjadi seorang diktaktor yang seenaknya, padahal dia tahu seharusnya dia menjadi seorang pembimbing yang baik dan mengayomi. Kok bisa seorang diktaktor? Ya bisa, aja.Seorang diktaktor adalah orang yang menyuruh anak magangnya membelikan dia makanan, minuman, pinjem pulsa dll sedangkan dia sendiri sibuk shopping atau malah bobok dikantor. Padahal dia tahu kalau tugas anak magang tidak seperti itu.

Bagi anak magang, kalau magang itu adalah masa-masa dimana dia dengan sukarela mencebloskan dirinya masuk kekandang macan! Tapi ya mau gimana lagi, itu adalah ketentuan dari kampus dan mau nggak mau memang kita harus menjalaninya. Mengingat setiap orang yang mau maju memang harus dimulai dari bawah dulu sebelum bisa jadi penguasa. Tapi ya tolonglah, sang penguasa jangan seenaknya menyuruh bawahan. Tidak kah kalian ingat dulu perasaan dan susahnya ketika dirimu masih berstatus “bawahan” atau “anak magang”?!

34 thoughts on “Yang Muda, Yang Nggak Dipercaya

  1. beritadalamkancoet says:

    wah… hahahaha… sama kayak aku juga. Ini aku kan lagi mau magang di SONORA 98.0FM. Nah, mau ketemu sama orangnya aza susah bener. Lha koq ketemuan, lha wong ditelpon aja susah bener (yang pergi lah, yang meeting lah, yang lagi acara off air lah) ahahhahaha… tapi gpp, mungkin kesibukannya memang segitu berat. Aku juga maklum koq, yang penting terus semangat, berani, n jangan gampang putus asa. OK!😉

  2. kucluk says:

    emang gitu kok mbak, tapi untung pas aku magang dulu disambut dengan hangat,.. dijamu dulu, ditraktir, wes pokoke enak!!.. wekeke.. cerita lucu, ketika mau bolos kan izin ke bosnya! alasannya ada undangan nikah temen!(padahal lagi males) e.. ternyata malah dikasih uang saku. wekekeke
    *jadi malu*

  3. orangufan says:

    enjoy aja sama magang, krn magang itu ada cara kamu menjawab iklan lowongan kerjaan yang macem gini:
    “dibutuhkan fresh graduate” “pengalaman dibidang yang terkait”

    magang adalah pengalaman, kalo emang merasa di injek2, yah apesnya situ aja😀

  4. det says:

    magang? apa bedanya dengan manggang?
    hehehe…

    kalo cari tempat magang yang bayarannya gede eve, dapat gaji, transport, bonus, kendaraan, rumah…

    [lho, iku magang apa macari bosnya? hahaha…]

  5. Download Music says:

    usaha aja yang penting … masalah percaya gak percaya yang penting udah magang.. walau sakit. tapi biasanya kalau udah sukses… sakit pas yang sekarang kita ketawain hehehe…

  6. Elys Welt says:

    ya begitulah di tanah air, pemimpin apalagi yang punya , menganggap kedudukannya lebih tinggi dari para pekerjanya, apalagi yang mau magang, terus terang beda sama di sini (bukan mau muji2 lho, tapi kenyataannya memang begitu) di sini pemimpin kedudukannya sama tinggi dengan para pekerjanya , kalau ada pemimpin yg macam2 bisa dituntut tuh !

  7. evelynpy says:

    @kancoet:
    Always positive thinking!🙂

    @Kucluk:
    Waduh kapan punya bos sebaik itu ;0

    @orangufan:
    Emang si kalau nggak butuhin pengalaman, males juga buk magang.🙂

    @Det:
    Kayaknya asik kali ya magang sambil macarain bosnya, bisa semua terfasilitasi. * tapi bisa mati dibunuh si kancoet*

    @Mike:
    Aku belum ngelamar, akan ngelamar iya, dimana rahasia buk.😉
    Well yakin anak Petra mau bersusah payah?
    I’m not sure?!🙂

    @Lee:
    emang kalau terlalu muda kenapa?🙂

    @Jie:
    Iya… setubuh!

    @Herru
    MEmang kamu perusahaan apa buk🙂

    @jimmy:
    Wah hoki bener lu!

    @music:
    Emang biasanya gitu sih!

    @Elys:
    Yup. makanya aku sometimes suka sekali dengan pemikiran western🙂

  8. ndop says:

    magang dikampus saja emang ga da mbak? aku dulu magang di kampusku ite-es. yg ada malah disambut dg hangat dan sangat sopan santun…

    orang kalo sudah jd pnguasa ya lupa daratan. dia berasa berada di langit kali.. padahal, kapan aja dia bisa tjatuh dari ketinggian yg dia ciptakan sendiri.. *weleh,maksute opoo loh*

  9. uwiuw says:

    hehehe bagaiman lagi kalau masuk ke kandang maxan ‘preman’ yah kudu siap disuruh2…sy dulu kerja ke temen dan dibelakang sy dia bilang ke temen2 yg lain bahwa sy tuh dia kacungin…bagaimana ngak bete…temen sendiri loh yg kita kirain nerima kita kerja dgn baik2. Ternyata nganggap kita semacam atau sejenis benalu……alah bete deh

  10. riawibisono says:

    perlu lah pengalaman kayak gt Lyn… pas magang telan aja dihina dina gitu. stlh lulus, buktikan dong siapa kamu sesungguhnya, dgn mdpt pekerjaan bagus, bergengsi, dan tentu saja, good salary😛
    btw, magang2 ku cukup menyenangkan. meskipun, aku ga pengen kerja lagi di tempat magangku hehehe🙂

  11. evelynpy says:

    @ndop:
    Peribahasanya aku suka sekali. Gimana ya rasanya jatuh dari langit? hehehehe🙂

    @Tehaha:
    Always be positive😉

    @Mike:
    Nggak ada bedanya antara yang kuliah dengan full make up atau bawa tas make up, sama2…* malu ah, mending nggak usah nyebut deh*🙂

    @Tigis:
    Bener juga ya, ya udah kalau gitu bilang aja sama perusahaannya nggak usa buka kesempatan buat anak magang🙂

    @Sakuralady:
    Iya ini lagi buat proposalnya🙂

    @Annie:
    Ntar kalau nunggu tua, ntar ketuaan, ntar disuruh pensuun cepet2😉

    @joanne:
    Mentang2 dah kerja nie miss🙂

    @Uwiuw:
    Trus kamu masih temenan sama dia kah?

    @Ria:
    Pengennya aku magang di bali yo.

  12. uwiuw says:

    Trus kamu masih temenan sama dia kah?

    temenan sih masih, bahkan sampe sekarang dia tidak tau apa yg sy tau. Tapi sy masih ingat hal yg pertama kali sy lakukan adalah sembunyi2 mencari pekerjaan lagi dan akhirna dapat kemudian berhenti dgn baik2.

    on those moment, at least it’s the cheapest way to know which one is your friend. Now we still laugh together but only just that. he’s now just a friend to chit chat about the weather. somebody’s that has no important for me. he’s life or he’s dead, i think i will feel no sorrow🙂

  13. Andre says:

    Emang parah deh..seringnya tuh, mahasiswa2 yang belum pengalaman pasti diremehkan duluan..banyak juga loh temen2ku yang diperlakukan ‘gak enak’ ama pabrik2 tempat mereka melakukan pengamatan skripsi…seringnya mereka dianggap mengganggu pekerjaan rutinitas yang ada di pabrik itu…:(:(…fiuuuhh…

  14. GreatQo says:

    waduh Mbak,,jadi magang ituh gitu yah..
    Selama ni aku gak sampe sono bayangin anak magang ituh gimana..
    Ternyata menderita..
    Sabar yah Mbak..

    Sapa tau ntar itu owner kualat erus ntah gimana perusahaannya jadi punya Mbak ~gak logis bgt~🙂

  15. andibagus says:

    jangan dijadikan beban dan akhir nya letih utk mencari tempat magang…just have fun aja non…kan gak semua perjalanan hidup manusia happy ending terus, kadang juga butuh perjuangan…

  16. fellix says:

    sip sip, tenang aja. Namanya juga kelompok minoritas di negara…
    tapi bagaimanapun, lebih baik ditempa didepan daripada ditempak di belakang (tidak ada kesalahan ketik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s