Nano nano deh!

teaching_by_leohutter.jpgSaat aku berperan jadi murid aku sih cuek-cuek saja saat dosen menerangkan tentang matakuliah yang sedang aku ambil. Kadang kalau mood aku duduk di depan dan antusias dengan mencatat dan membuat tulisan yang rapi nan indah karena berwarna warni. Kalau mood itu sudah agak pudar karena hujan, lapar, atau hari sudah terlalu siang dan jam goblok itu sudah datang aku memilih untuk duduk paling belakang bersama gerombolanku dan ngerumpi atau aku tinggal tidur.

Tapi sekarang setelah diriku dilantik menjadi asdos Pengantar Statistik di jurusanku kekhawatiran mempunyai murid yang berkarakter seperti diriku itu muncul! Rasa deg-degan dan jantung mau copot saat hari pertama ngajar SPSS. Meski bertugas menjelaskan SPSS pada adek-adek angkatan bawah dan ditemani seorang asdos lagi, tetep jantung ini rasanya mau mencelos dan copot dari tempatnya!
Apa yang selama ini aku pelajari dan ingat, hilang begitu saja. Aku cuman bisa memandu kelas mencapai kesepakatan di kelas itu yaitu kelas dimulai pukul 8.00 tepat dan bla..bla..bla..

Untung ada temenku, jadi aku minta saat itu dia aja yang ngejelasin dasar-dasar statistik untuk mereview apa yang sudah di ajarkan di kelas statistik. Aku cuman bisa duduk dan membuka program SPSS dan membantu mengoperasikan lewat slight untuk membantu penjelasan temanku itu. Untung muridnya semua pada antusias dan fokus. Apa mungkin ini efek kuliah pagi ya? Nggak tau deh, tapi jadi asdos memang berjuta rasanya!! Nano nano deh! Aku sampai mau pingsan saat ada anak yang tanya kenapa SPSSnya begini dan begitu! Takut salah jawab! Tapi untungnya nggak! Well doain ya semoga kelas keduaku hari Jumat ini berjalan lancar dan aku bisa menjadi asdos yang baik dan memberikan penjelasan yang okeh!
Foto kelasku menyusul ya?!

25 thoughts on “Nano nano deh!

  1. LiSan Skywalker says:

    Kalo aku lagi lab Stat ga pernah tidur, soalnya mejanya udah dimakan komputer, ga ada space lagi hohoho. Lagian banyakan praktek kan abis itu latihan ngerjain sendiri. Tapi bawaannya pengen selesain latihan terus pulang ^o^

  2. Tigis says:

    wah keren bisa jd asdos. Dulu gue jd asdos cuman pas jatah nungguin ujian sama meriksa hasil ujian doank. Kalo disuruh nerangin kagak pede🙂

    kalo ada yg nakal tinggal dijewer🙂

  3. deteksi says:

    hm… pengalaman pertama memang selalu bikin deg-deg-seeeerrrrr…. seperti pengalam pertama kali siaran dulu juga gitu khan? trus pas udah jago siaran di tempat biasanya, begitu pindah radio, tetep deg-deg-serrr juga

    begitu juga dengan mengajar, ada tanggung jawab moralnya… tapi semakin tinggi jam terbang deg-deg-serrr itu akan musnah dengan sendirinya :d

  4. Pyrrho says:

    Hehehehe… jadi Asdos Statistik ya ? Itu sama dengan pengalaman saya dulu (sudah lama) jadi asdos pertama kali, dan ditunjuk jadi asdos matakuliah Statistik. Sialnya, pernah dosennya nggak datang, dan saya diminta untuk menjelaskan teori statistik. Tentang statistik inferensial lagi….😕

    Pengalaman pertama berjuta rasanya, begitu kata orang. Setelah terbiasa, malah bisa dinikmati. Nggak minat jadi dosen, nih ?🙂

  5. mikearmand says:

    Jadi asdos tuh ya enaknya punya ‘kuasa’ jadi walaupun mbujuki/ pura2 tahu padahal ga yakin murid juga ga masalah yg penting tanggung jawab ke dosennya.

    Kalo aku lebih enak lagi karena bisa buat peraturan sendiri cth : sebelum dateng ke aku, masukin dulu kerjaannya di folderku

  6. GreatQo says:

    Aku selalu nguap tiap lima menit di kelas apa aja, kecuali Pengantar Pendidikan ~aku tidur~ dan Agama ~dosennya melawak selalu~.

    Jadi takut juga kalo ntar jadi asdos ato dosen nghadapain hal yang sama.

    Tapi asoi yah Mbak, jadi asdos. Kepingin juga neh.:mrgreen:

  7. evelynpy says:

    @Lisan:
    Betul aku juga sering begitu dulu. Sukanya tidur meskti harus tidur duduk. Maklum dulu kelasku kelas SP mana memungkinkan online jadi kadang aku tinggal ol.🙂 *sekarang aku kena karmanya*

    @Jimmy:
    Nggak bisa jadi dosen, males ah, soalnya pengen nyoba dunia broadcast🙂

    @Sharon:
    Nggak salah nie tanya diriku?
    Dirimu kan angkatan lebih tua dari aku jadi tanyanya harus sama orang yang lebih tua dong.🙂

    @Tiggis:
    Lho jobdescnya asdos kan memang tergantung dosennya. Ada dosen yang malas untuk meriksa UAS dan UTS jadi makanya dia butuh asdos. Justru enakan yang seperti itu kan?😉

    @Arul:
    Praktikum apa?

    @Deteksi:
    Tapi memang degdegserr itu kalau dipikir-pikir lucu juga ya. Asik si ngerasain begituan tapi kadang bisa rontok kalau nggak siap apalagi murid2nya nakal2. Pas diterangin ngomong pas ditanyai nggak bisa, mana bu dosen keliling kelas. Aduh tambah deg-deg serrrrr…

    @Pyrrho:
    Kepengin jadi dosen sie, tapi i’m not good to explaining something. Lagian aku kepengen total berkiprah di dunia broadcast secara aku kan anak komunikasi .🙂

    @Sandynata:
    Kan masih belum tentu.

    @edy:
    Boleh asal jangan nakal ya…🙂

    @Joanne:
    Iya miss sekarang kena karmanya, tau gitu aku ngasdosi desain grafis kelasmu aja ya. Kayaknya lebih enak deh!🙂

    @Gempur:
    Nggak mau ah…males…

    @Mike:
    Setuju, pas aku buat kesepakatan kelas and bla..bla.. asik rasanya serasa bisa menindas anak didik. hahahaha. Tapi setelah itu langsung deh mereka ribut sendiri saat kita mulain jelasin SPSS.

    @Uwiuw:
    Thx🙂

    @Emyou:
    Nggak lah🙂

    @Almas&didut:
    thx

    @Greatq0:
    Dasar tapi aku juga sering gitu kok, apalagi kalau dosennya membosankan dan pelajarannya nggak jelas. Hahaha

  8. titiw says:

    Oh mai gat.. kamu asdos eve? apa? statistik??!! mo nangis gitu dengernya.. secara aku paling gemblung kalo masalah2 begituan.. hihihihihihi.. yaa.. take care aja deh say, hehe..🙂

  9. Ubay says:

    Saya seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian dengan judul
    “Pengaruh Pelatihan terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan”

    Dalam penelitian ini saya memutuskan untuk menggunakan program SPSS 16.0
    Saya sudah membeli buku SPSS 16.0 yg diterbitkan Pustaka Pelajar dan ditulis oleh
    Hartono

    Variabel penelitian Saya :

    X = Pelatihan (kemudian dibagi menjadi X1, X2, X3)
    Yaitu :
    X1= On the job
    X2= Vestibule
    X3= Demonstration and example

    Y = Produktivitas

    Namun saya menemukan beberapa kebingungan dalam memakai cara cara yang ada
    didalam buku tersebut. Yaitu :

    1. menghitung korelasi ganda/parsial dengan menggunakan 3 prediktor (pengaruh
    X1, X2, X3 terhadap Y),
    Apakah bisa dihitung langsung dengan menggunakan SPSS

    2. Untuk uji signifikasi koefisien korelasi ganda (Uji F),
    Apakah menggunakan Anova 1 arah atau 2 arah ?

    3. Untuk Uji t, apakah saya harus menggunakan Test t untuk sampel-sampel yang
    berkolerasi, atau
    apakah saya harus menggunakan Test t untuk sampel-sampel yang tidak berkolerasi

    Kalau bisa Saya minta no HP atau alamat Emailnya donk, untuk konsultasi

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s