Rambo 4?! Aduh Capek Deh!

rambo.jpgNggak mau panjang-panjang buat review film ini. Kenapa demikian? Karena ini adalah salah satu film sekuel yang terburuk yang pernah saya lihat. Kelihatan sekali sangat dipaksakan untuk dibuat. Saya tidak tahu ada maksud apa dari dia yang menjabat sebagai produser dan aktor dalam film Rambo 4 ini untuk tetap membuat kelanjutan dari film femonemenal di tahun ’90an. Mungkin berharap cemas menantikan keuntungan meski dia sadar tubuhnya tidak sekeren dulu lagi.Film bergenre action ini memiliki cerita yang tanggung dan terkesan amat sangat pendek dengan point bagaimana Rambo menyelamatkan si cewek dan teman2nya di film ini. Terlihat lebih pendek legi dengan sedikitnya dialog dan banyaknya adegan yang sadis mengalahkan kesadisan SAW. Meski berlatarbelakang perang di Burma alias Vietnam, tapi tidak semestinya film ini terlalu mengumbar bacokan sampai headshoot yang menjijikan dan terlalu over. Dari segi pemain saya tidak bisa komen apa-apa kecuali satu yaitu tidak butuh perjuangan yang besar dalam improvisasi acting dari sang tokoh utama, Stallone. Tokoh pendukung ya cuman bisanya nangis aja ditengah peperangan yang sedang berlangsung.

Saat melihat film ini, saya sampai terus menerus memalingkan wajah saat adegan bacok, tembak serta meledak karena ranjau. Jijik sekali melihatnya! Padahal saat melihat SAW3 saya nggak pernah sekalipun memalingkan wajah! * sial, kenapa sih filmnya Stephen Chow penuh!* Saya jamin film ini adalah nominasi Razie film terkuat di tahun ini. Sudah cukup jangan ada Rambo 5 sampai 10. Sudah nggak pantes untuk diterusin, kalau maksa untuk diterusin bisa berabe tuh bandarnya!

Adegan fav di film ini? Hmmmmm….* mikirnya lama bok sampai 10menit* apa ya? Nggak ada, semuanya nampak sangat menjijikan di mata saya!Film yang berdurasi 1,5 jam ini memang sangat pantas dan layak untuk di tonton lewat DVD saja daripada mengorbankan uang untuk menonton di bioskop! Saya cuman suka poster dan ucapan Rambo disalah satu adegannya saat mengantarkan tentara bayaran ke perbatasan Burma ” we life for nothing but died for something, your call?!”.

Saya kasih film ini:

36_1_25.gif 36_1_25.gif36_1_25.gif

29 thoughts on “Rambo 4?! Aduh Capek Deh!

  1. jimmy says:

    sadis banget ya? pengen nonton juga sih, tapi ikut saran ah.. di DVD aja😀 lagian si stallone udah tua gitu masih maen film action, emang masih kuat ya..

  2. Ivan says:

    wah untung ogut kagak jadi nonton, nunggu dipidi yg udah terang aja deh sama si koko langganan gw di mangdu ^^

    pilem si stephen chow jg menurutku tidak begitu bagus, agak garing…

  3. LiSan Skywalker says:

    Wah sama ancurnya kayak AVP yang kedua yah hehehe…
    Cuma film ini masi banyak yang suka, terutama cowo-cowo *ngga ngerti juga kenapa bisa suka film sadis*
    Kalo film Stephen Chow ga bagus-bagus amat, baru pulang nonton..

  4. evelynpy says:

    @Ica:
    Jayus lu…😆

    @Jimmy:
    Masih kuat la, buktinya saat terakir kena tembak dia cuman mengerang saja nggak nampak kesakitan gitu🙂

    @Didut:
    Mendingan gitu🙂

    @Ivan:
    Garingnya gimana?
    Nggak masuk akal atau gimana?

    @Lisan:
    Aku anti dengan AVP, percuma buang2 uang tapi cerita nggak bagus🙂
    Well keliatan kalian berdua habis kencan langsung deh komen di tempat aku.
    O..o.. kamu ketahuan..😆

  5. elia bintang says:

    sebenernya sih menurut gw, film ini ga sejelek itu… ceritanya emang nol besar. tapi actionnya sih oke lah. kyknya mereka emang sengaja memaksimalkan actionnya karena ceritanya nol besar.

  6. Juminten says:

    hahaha… ternyata banyak yg kecewa dgn film ini, ya?
    tp tau ga sih, kalo dapet review2 jelek kayak gini saya malah tertantang utk menontonnya.
    habis penasaran.😛

  7. warmorning says:

    kegetulan eh kebetulan saya penggemar stephen chow, loh ini ttg rambo toh, iya saya juga seneng rambo, gak rame yah? kalo gitu gak jd nonton dah, trus saw 3 ente sampe gak berpaling2 nontonnya? tipical sadistic kah engkau?😀 saw 4 lebih manteb loh, udeh nonton?

  8. evelynpy says:

    @Atmo4th:
    Aku sama sekali nggak ngefans sama dia.🙂

    @Elia:
    Harusnya kan lebih baik imbang dua2nya.🙂

    @juminten:
    Review kan cuman dari sudut pandangnya seseorang,nah kalau penasaran tonton aja deh😉

    @Ari:
    Betul!

    @ivan:
    Apanya yang bagus?
    Ada2aja lu!

    @Ekowanz:
    Mending liat film horor Indonesia deh, bisa liat Nia Ramadani pakai bikini.🙂

    @Warmoning:
    Aku nggak sadistic yo:)
    Saw 4 belum nonton, masih males takut endingnya nggak sesuai dengan yang diharapkan.🙂
    Solanya Saw 4 kan harusnya nggak dibuat kalau diliat dari endingnya Saw3

  9. bimaconcept says:

    wah, kalo film rambo 1 – 3 gw suka banget tuh. Tapi bukannya di film rambo yang sebelumnya adegannya emang banyak yang kaya gitu ya evelyn. Gw sih blom nonton, tapi kalo baca ceritanya evelyn, kayanya seru n mengasyikkan…hehe

    makasih ya🙂

  10. nana says:

    hehehe.. saya juga kapok deh nonton rambo (pdhal yg sbelumnya aja ga nonton). cm mo gimana lg, di bali bioskop cm 2. tersudut diantara pilihan film2 hantu itu… fiuuuehhhh.. adakah investor yang mau bikinin bali 1 bioskop lg atau lebih barangkali… hihihihi bagaimana mungkin. Peminat film disni jarang pd yang mo kebioskop. mereka prefer nungguin dvd bajakan film2 ituh sajah hehehehe…

  11. edipson says:

    hmmm…
    setau saya, pernah ada sebuah analisis tentang film-film Rambo sebelumnya. Hasilnya: Rambo dipakai jadi sebuah alat propaganda anti-soviet n pro US ketika perang vietnam…dan juga pengantar agresi teluk…
    So, apakah edisi ini juga dipakai dengan tujuan serupa?…
    Hehehee, nanti kalo udah nonton aku coba beri pendapat tentang edisi ini ya…

  12. Tigis says:

    gue malah demen ama Rambo. Nostalgia hero jaman 80’s. Sayang rocky yg terakhr belon masuk bioskop yah (cmiiw). Stallone still has it mskpun uda 60-an umurnya. Yg cerdik, Rambo-4 ngambil setting di Burma, saat hampir semua pilem H’wood ngangkat tema Irak, Afgan, dan sejenisnya🙂

    evelyn, salam kenal ya🙂

  13. ricky says:

    klo aku liat sepertinya semua pada ga suka heee…..tapi sebenarnya ada hikmah dalam film tersebut…yang saya tangkap dari perbincangan teman2 diatas semua hanya melihat dari segi aksi dan reaksi tapi sesungguhnya ada sesuatu yang pantas kita ambil dalam film tersebut adalah hikmah dari semua yang terjadi yaitu tidak ada manusia yang ingin hidup dengan membunuh antar sesama tapi yang ada dalam film tersebut adalah sebuah peristiwa dimana dalam 1 zona itu terdapat suatu pemberontakan yang tidak mengenal siapa2 dengan membunuh bagai membabi buta dan didalam film itu ada seorang yang ingin mengakhiri semua ini walau dengan cara yang sadis oleh krena faktor lingkungan di zona itu……..jadi sesungguhnya apa yang kita liat dari film itu adalah suatu gambaran yang berkata “we life for nothing but died for something, your call?!!!!”

  14. teguh kurniawan says:

    kadang film yg kita tunggu g seperti yg kt harapin…ya…..tp plg ga…kita tahu…kl tokoh idola kita emang udah tua….hehhe…untuk yg nungguin rocky…,yang terkhr g buruk2 amat,boleh lah dikasi 1,5 jempoel as the ending…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s