I Hate Kerja, but Why i Have to?

ย you_are_your_job_by_mojofleur.jpg
Sudah mulai tanggal 11 Desember lalu, hingga sekarang aku mencoba untuk bekerja. Itulah sebabnya aku jarang muncul di negeri blog dan melakukan ritual seperti biasa dengan blogwalking dan meninggalkan jejak di mana-mana. Meski terlalahir berkecukupan di keluarga yang terbilang mampu, aku tetap ingin bekerja. Kenapa? Karena aku nggak mau bergantung pada orang tua meski mereka mampu, aku harus kerja menghasilkan uang sendiri dan mengingat umurku yang sudah 21, jadi aku rasa kerja harus aku lakukan!
Banyak yang bilang ” buat apa kamu kerja seperti itu? memalukan papamu saja!”, jika saat kerja aku bertemu saudara sepupu atau teman dekat papa bahkan teman-teman kampus. Untuk pertama kalinya memang aku malu, tapi aku pikir lagi, buat apa aku malu? Aku tidak mencuri dan membunuh! Aku hanya seorang penjaga toko pohon natal! Tugasku hanyalah merayu pembeli yang lewat didepan tokoku yang terletak di Pasar Atom Surabaya dan menjual pohon natal. Orang tuaku juga tidak keberatan aku bekerja seperti itu. Bahkan mereka bilang kalau sudah seharusnya aku melatih mental dengan bekerja meski penghasilan tidak setinggi uang jajan.

Memang capek ya bekerja mulai jam 10.00 wib-17.30 wib dan sepanjang hari harus berdiri didepan toko. Belum lagi waktu pulang hujan menyambut dengan senyuman yang dingin dan mengiringi pulang dengan ditemani kemacetan dan kedinginan. Tapi ya itulah kerja! I Hate kerja, but why i have to? Karena inilah waktunya aku mandiri dan harus lepas dari menetek di susu papa! Ini baru pekerjaan awalku, aku sudah ngomel dan menggerutu setengah mati! Bayangin saja jika suatu saat aku bekerja di media yang selama ini aku inginkan sebut saja Trans Tv, aduh pasti lebih berat ya!

Tapi memang apa yang aku rasakan saat pertama kali mendapatkan pekerjaan, pasti dirasakan juga oleh RD Lovers yang lainnya ya? Itu wajar lho, justru aku bilang itu bumbu hidup! Meski pernah di sindir karena naik sepeda motor ke tempat kerja, atau di marahin karena kerjaku cuman bisa duduk saja, meski kenyataannya tidak begitu, justru disanalah asiknya. Banyak hal aku dapat dari pekerjaan pertamaku.Aku lebih tahu siapa lawan dan kawan. Aku lebih tahu bahwa semua orang pasti ingin dipuji dan mendapatkan reward oleh sang majikan dengan cara merebut “pasien” orang. Yang terpenting adalah aku lebih menghargai uang. Aku sekarang sadar, kenapa papa selalu ngomel saat aku mau membeli baju yang harganya ratusan. Saat aku mau membeli barang yang nggak penting tapi aku anggap lucu! Aku sadar kenapa papa begitu. Awalnya aku berpikir bahwa papa adalah orang yang pelit, tapi sekarang aku berpikir lain. Papa begitu karena memang uang itu susah di cari dan butuh perjuangan keras dan beban mental juga kadang-kadang. Ya… sudahlah.. sekarang aku sudah kerja. I hate kerja, but why i have to? Because i have to and i’m fine about that!

Merry Christmas and Happy New Year yach..

30 thoughts on “I Hate Kerja, but Why i Have to?

  1. evelyn pratiwi yusuf says:

    @Herru:
    Ya sekalian bisa ngetes sampai dimana aku bisa melaju.

    @Jie:
    Iya, tapi kalau gaji dah dapey pasti aku cemplungin ke Niaga.๐Ÿ™‚

    @Anang:
    Maksud loe?

    @Khim:
    Waduh pemikiran anda luar biasa. Pohon ini bukan idup tapi pohon plastik.๐Ÿ™‚

    @Ivan:
    Merry Christmas juga.๐Ÿ™‚

    @Just Fenty:
    Amin….

    @Stey:
    Kalau nggak kerja gimana mau hidup? So we have to!๐Ÿ˜‰

    @Rezco:
    Betul. itu saat yang kutunggu-tunggu๐Ÿ™‚

    @Paman Tyo:
    Ok, tapi gimana caranya?๐Ÿ™‚

    @Alif:
    Sudah liat, nicely…

    @Arul:
    OK! Sukses juga skripsinya.

  2. fahmi! says:

    eh, ‘jualan’ itu pekerjaan yg menarik. dg ketemu macem2 orang tiap hari, kamu jadi bisa ngamati macem2 perilaku orang. beberapa pasti bersikap menyakitkan, tapi dari situ nanti kamu bisa belajar banyak ilmu sosial. pelajaran macem gitu itu yg aku nilai tinggi dari pekerjaan ‘jualan’. kalo kemudian dikasih honor atas hasil transaksi penjualan, it’s just a bonus.

  3. indiegal says:

    Sebagai sesama 21-ers and also a girl…! Just wanna say, Salute for you !!!
    ^_^

    Yah, apa-apa dimulai dari yang kecil dulu en belajar untuk humble ourselves… And I like to know that you’re one of that many humble people that I know… (even only from the net, haha)

    Oooo… Mo kerja di Trans TV ?
    Interest with broadcast ? Ato ?
    Magang aja dulu @ my workplace, broadcasting juga kok…
    Details contact me aja if you interest… ^_^

    You go girl, rock you own world…

    Bless you !
    And Merry Christmas to you… !

  4. riawibisono says:

    Just go ahead. Yg penting kerjamu halal. Bekerja dr bawah itu bagus untuk melatih mental supaya tidak gengsian, melawan konsumerisme, dan merasakan apa yg dirasakan orang ketika berada di level awal. So, kelak kalo kamu jadi bos (Amin….), kamu bisa bersikap bijak terhadap bawahan karena pernah merasakan apa yang mereka rasakan saat itu. Sekedar sharing, waktu magang dulu aku pernah dapat bos yg kurang disukai bawahan, kenapa? Karena dia tidak bisa memahami bawahannya. Dia kerja langsung di level atas, jadi nggak ngerti rasanya ada di bawah. That’s why aku juga bersyukur pernah ngalamin kerja di level awal…..

  5. ele azhar says:

    hehe… kita sesama pekerja usia 21 di kota surabaya yg panas tapi akhi2 ni sering disambar gledek. sama pulak nggak mau ngeberatin orangtua, makanya aku nekat merantau jauh kemari…

    yes I agree with u sis, pembelajaran hidup didapat juga dari kerja. semacam lab sosial juga.

    merry christmas to u…

  6. uwiuw says:

    iye bener hidup adaah lab sosial — test and error– can you survive ? hohoho jadi teringat pandangan mata mereka yg ngak akan percaya kalau tiba-tiba berhenti kerja dan memulai bisnis sendiri๐Ÿ˜€ ah jadi curhat!

    yeee ditunggu posting yg baru euy! soon!

  7. Poto Syur Artist Indonesia says:

    Salut. Salut banget. Iya bener.. u dont have to shy.. kita gak mencuri… kita nyari kerja secara halal… salut. Kadang2 kita rela bekerja.. sbg penjaga toko lah… penjual koran… sales mesin potocopy atau lainnya… bukan krn gaji tapi look for an experience dan melatih mental endurance.

    Two thumbs Up for U

  8. evelyn pratiwi yusuf says:

    @Fahmi:
    Aku ketemu berbagai karakter orang. Mulai dari orang yang sukanya cari muka ampe yang don’t care barang dagangannya laku apa nggak, yang penting dia masuk dan sok sibuk bekerja.๐Ÿ˜ฆ

    @Indegal:
    Aku memang tertarik magang di Trans Tv, apalagi aku anak komunikasi. Ya ntar aku contact kamu deh di tempatmu. BTW thanks for offering me tempat magang.๐Ÿ™‚

    @Ria:
    Ya gitu deh… aku tau kok gimana caranya jadi bawahan. Aku juga tau gimana caranya jadi atasan, soalnya kan aku punya banyak pegawai. Ternyata dua duanya susah ya?๐Ÿ™‚ Jadi nggak nyesel aku kerja di sini, dapet semua pelajaran beharga dalam hidup.๐Ÿ™‚

    @Ele:
    Salut deh dengan kenkatanmu๐Ÿ™‚

    @uwiuw:
    Kalau berhenti kerja trus bikin usaha sendiri, pasti pandangan mereka jadi tambah negative deh! Dipikirnya musuh dalam selimut๐Ÿ™‚

    @Koecing:
    Ketipu ya…
    Judulku memang tricky.๐Ÿ™‚

  9. evelyn pratiwi yusuf says:

    @Nico:
    Iya pasti akan aku hayati๐Ÿ™‚

    @Jimmy:
    Kalau minta trus kapan belajarnya?๐Ÿ™‚

    @photo:
    Kurang aku nggak mau dua jempol, tapi maunya empat๐Ÿ™‚

    @Poce:
    Dibalik ceritanya apaan?

    @titiw:
    Amin!

  10. mikearmand says:

    Yang penting kan pengalamannya, ga penting berapa dapet berapanya, anggep aja gaji cuman bonus (sedikite menghibur diri karena bayaran asdos yg ‘lumayan sedikit’ hehehe)

  11. pitshu says:

    ada beberapa temen g yang enggak bisa kerja ma orang, karena bonyoknya punya usaha sendiri. Mungkin udah keenakan kerja ngurusin usaha bonyok, bisa langsung jadi bos, jadi ga bisa yang namanya terima di suruh2 orang, di maki2 orang , dll hahaha

    kerja itu banyak pengalaman, kita harus bersosialisasi, mengahadapi orang denagn bermacam ragam dan sifat, tentunya ada yang kita suka dan kita enggak suka, ada kesel, ada senang, dll hidup rasanya pernuh dengan warna warni hahahaa

  12. sunny2008 says:

    kerja , usaha, dan jenis pendapatan lainnya, jangan diniati, diinginin sebuah materi berupa uang,.. soalnya itu akan menyengsarakan. liat aja para anggota DPR, mereka jadi itu karena uang, jadi seberapa pun mereka merasa kurang.
    untuk itu, niatilah, hidupkan dalam ingatanmu itu semua hanya untuk belajar, udah itu belajar aja titik. kalau kita niati belajar, walau kita bangrut, untung, rugi, PHK, dan lainnya, semua itu gak terasa, soalnya dalam diri kita gak berharap penuh terhadap harta,atau uang itu.

    jadi konstruksi berpikir kita harus ditanami pola pikir yang baguss.
    agar hati, pikiran gak amburadul. oke…. mampir juga ke gubugku.
    http://212baca.wordpress.com/2008/07/13/pengajaran-sinergis/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s