How many mistakes ?

How many mistakes must a person make before it’s enough?

Mistake atau kesalahan

 

Kira-kira apa jawaban RD Lovers atas pertanyaan diatas ? Kalau RD Lovers tanya saya, saya akan jawab saya tidak tahu. Karena memang benar-benar saya tidak tahu. Tapi saya lebih tidak tahu lagi apabila masih ada orang yang tidak belajar dari kesalahannya yang lama dan justru mengulanginya.

Ya, misalnya seperti Roy MartinFariz RM, dan masih banyak contoh yang lain yang membuat saya menggelengkan kepala bukan karena apa, tapi karena tidak tahu kenapa mereka berbuat atau mengulangi kesalahan yang sama! Contoh lain adalah RD Lovers tahu bahwa apa yang RD Lovers lakukan adalah salah, tapi tetap melakukannya dan melakukannya? Harusnya menurut teori, kitakan belajar dari kesalahan yang lalu, dan tidak mengulanginya. Harusnya.. Tapi…

Bagaimana kalau kita dan mereka punya alasan dimana tidak bisa tidak mengulangi kesalahan yang sama? Bagaimana kalau mereka bilang aku punya alasan sendiri untuk itu, atau aku sudah bertekad untuk tidak melakukannya tapi ternyata aku tidak bisa? Jadi How many mistakes must a person make before it’s enough dan tidak ada kesalahan yang sama dalam hidupnya?

 

 

23 thoughts on “How many mistakes ?

  1. Felix says:

    berbuat kesalahan berapa kali pun tetep aja pantas,, karena banyak sekali kemungkinan jalan yang bisa ditempuh.. Kalau jalan yang ini salah, maka kita bisa mencoba jalan yang lain. Tapi jalan yang lain ini pun masih belum tentu jalan yang bener juga..

    Jadi kesimpulannya,, berapa banyak orang berbuat kesalahan itu tergantung sama sampai kapan seseorang pada akhirnya mampu menemukan jalan yang bener…

  2. evelyn pratiwi yusuf says:

    @Mike:
    Kalau itu mah otomatis Mike🙂

    @Icha:
    Waduh belajar kesalahan masa ujungnya nggak naek kelas?😆

    @Felix:
    Wuih, seorang felix yang kocak ternyata bisa wisely juga ya😆
    I can’t belive it!

    @Khim:
    Cool quote

  3. Poto Artist says:

    Meskipun sudah dipenjara namun mostly para tersangka Narkoba.. akan terjerumus.. (entah untuk yg ke-berapa kali).. krn Lapas.. yg seharusnya jadi tempat evaluasi, empowerment, edukasi dan pastinya pertaubatan… justru jadi surga-nya surga…

  4. beritadalamkancoet says:

    Tapi ada kalanya kesalahan itu nikmat *meskipun sifatnya hanya sementara aja* dan perlu, godaan setan memang lebih kuat daya tariknya. Nah, tidak sedikit orang yang tidak mampu menangkis serangan setan, kalo sudah begitu ya terjerumus. Contoh gampangnya PR(PuRel), mereka kan juga tau kalo menjajakan tubuhnya itu gak bener dan merugikan diri sendiri. Tapi kenapa mereka terus melakukannya? Ya selain karena keenakan *ketagihan* mungkin, juga karena kebutuhan *ekonomi*. Ya itulah hidup… monggo dinikmati saja… peace all!😆

  5. Yusuf A. M. Sujono says:

    Salah itu wajar. Bahkan salah itu relatif.

    Yang penting adalah:
    1. Jangan takut berbuat salah.
    2. Jangan malu mengaku salah.
    3. Bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat dan berusaha menebus.

  6. bedh says:

    sering kali saya terlambat untuk menyudahi kesalahan yang berulang-ulang karna terus di selamatkan dengan kata maaf.
    mungkin saya harus menyudahi kebiasaan ini dengan untuk tidak lagi meminta maaf.

  7. evelyn pratiwi yusuf says:

    @ Poto artis:
    Betul, justru kita kadang berpikir kita akan aman di tempat yang aman, padahal belum tentu tempat aman itu memberikan hal yang aman, bisa saja justru sangat berbahaya🙂

    @ Lisan:
    Betul, kalau udah jadi kebiasaan pasti kita amat sangat susah untuk merubahnya ya. Aku juga gitu kok!

    @ Gempur:
    Akhirnya ada yg sepakat sama aku.🙂

    @ Icha:
    Istilag RD Lovers adalah istilah yang saya gunakan untuk pengunjung blog ini. Blog saya kan namanya Red Devil. Saya singkat jadi RD. Gitu.🙂

    @ Girls:
    Memang, paling sebel untuk dipaksa buat keputusan saat itu juga, jadinya takut buat kesalahan yang sama. Akhirnya kesalahan datang tanpa peringatan deh!😦

    @ Khuclukz:
    Waduh kamu ini sepak melulu!

    @ Acel:
    Artinya hidup tanpa kesalahan nggak enak ya ?😉

    @ Fellix:
    Iya, aku jadi bingung nie! Kamu yang mana?

    @ Zam:
    I want to be malaikat ah… gimana ya rasanya nggak punya kesalahan.

    @ Ucup:
    Betul, keren2 komennya🙂

    @ Bedh:
    Masalahnya adalah kita sering minta maaf tanpa benar-benar minta maaf bener nggak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s