Bau Kuda Nil Aja Kalah! – Part 1

Di Kapal Ferry Jurusan Madura

 Aku lagi ada dikapal feri, yang merah muda itu adalah jepit rambut. Jaga-jaga kalau angin terlalu kencang.😉

 

Minggu lalu, aku abisin waktu di Madura Island. Yup kegiatan mudik selalu aja aku lakukan pada saat Idul Fitri dan Natalan. Soalnya kalau lain waktu kan nggak bisa, jadwalku padat merambat oi.

Nah sebelum ke Madura, aku harus melakukan perjalanan dari rumahku ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan taksi. Kebetulan aku pulang tanggal 11 Oktober, jadi aku nggak mau dijemput, maunya dijemput di ujung Pelabuhan Kamal. Soalnya kalau di jemput di Surabaya pasti ngantri di Pelabuhan Tanjung Perak. Antrinya bukan 1-2jam, tapi bisa 5 jam lebih. Soalnya kapal ferry yang beroperasi hanya ada 5 lebih dan mendahulukan pejalan kaki dan pengendara motor. Dan karena nggak dijemput naek mobil jadinya aku hanya bawa satu tas slempang dan koper yang biasanya dibawa kebandara.

 

Kapal Ferry Tanjung Perak

Nah masih mau ke Madura saat hari mudik tiba? Kalau nekat mah okeh deh! 

 

Pas aku naik kapal ferry mau ke Pelabuahan Kamal Madura, hati ku was-was dan jantung ini bergerak cepat. Meski membayar Rp 2.500 tapi tetep aja takut nyawa melayang. Kenapa? Karena saat itu banyak banget yang mau mudik ke Madura, jadi kapal yang aku tumpangi hanya untuk sepeda motor dan pejalan kaki. Yang membuat aku berkeringat dingin dan sempat memanjatkan doa agar kapal tidak tenggelam adalah aku rasa kapal yang aku tumpangi overload. Ombak yang agak besar * karena siang hari * juga mempengaruhi ketakutanku. Soalnya sudah keliatan overload, kapal goyang-goyang seperti di diskotik gitu.

 

Buat RD Lovers yang mau ke Madura saya saranin jangan pas waktu mudik begini deh. Bisa makan hati sendiri! Seperti aku yang selalu menggumamkan kata-kata kotor saat diserobot kanan kiri, disenggol kanan kiri! Banyak orang, terutama orang Madura asli selalu saja menjengkelkan! Sudah tahu kapal penuh, sudah tahu kalau jadi pejalan kaki harus nunggu di lantai 2 kapal yang tersedia khusus untuk mereka, tapi kenyataannya mereka sok tuli! Mereka nggak mau ke naik, mereka malah ngadem ditangga dan stuck. Lalu mereka juga kadang nggak takut kalau nyawa melayang, mereka malah asik duduk dimulut kapal yang seharusnya dikosongi.

Kejengkelan nggak hanya itu saja. Kalau kapal sudah mau merapat kepelabuhan nah mulai deh, orang-orang pada berdesakan. Pengendara motor mulai memblayer sepedanya, orang-orang merasa harus turun sesegera mungkin seperti ada keluarga yang sekarat aja di ujung sana. Jadinya mereka melakukan aksi dorong mendorong, senggol menyenggol meskipun nggak ada tempat untuk itu. Paling parah lagi adalah BAU BADAN MEREKA YANG ASTAGA NAGA, BAU MULUT KETIAK KUDA NIL AJA KALAH DENGAN BAU MULUT  KETIAK MEREKA!Emoticon  Kayaknya Rexona harus bikin iklan nih, di kapal ini!

Nah kalau sudah tiba di Pelabuhan Kamal Madura, selanjutnya aku menuju si hitam Inovaku tersayang dan melanjutkan perjalanan ke kotaku yaitu kota Sumenep. 3.5 – 4 jam dibutuhkan untuk sampai di kota tercintaku ini.

Ngapain aja selama aku di Madura, makanan Madura mana yang jadi fav ku? Nah nantikan postingan selanjutnya tentang Madura ya Part 2? 🙂

30 thoughts on “Bau Kuda Nil Aja Kalah! – Part 1

  1. beritadalamkancoet says:

    “BAU MULUT KUDA NIL AJA KALAH DENGAN BAU MULUT MEREKA! Kayaknya Rexona harus bikin iklan nih, di kapal ini!”

    Lho, bukannya Rexona tuh untuk kelek a.k.a ketiak alias si ketty? Lha koq malah buat mengatasi bau mulut? wkwkwkwkwk…😉

  2. PrEtTY iN tHE CiTY says:

    masih ada anak kecil yang berenang di tengah laut minta uang koin ngga? dah lama ngga naik feri.

    duh, banyak amat yah yang mudik, liatinnya aja sudah sesak napas =)

  3. Jiewa says:

    Omigoshhhh… worth it gak sih pulang dgn sesek2an gitu .. :-O
    Lebih serem lagi kalo naik ferry malam hari neng, kalo ada apa2 gak kebayang deh.. >_<

  4. extremusmilitis says:

    akhir-nya setelah foto-nya nongol, aku berniat untuk komen juga😈

    orang-orang merasa harus turun sesegera mungkin seperti ada keluarga yang sekarat aja di ujung sana</blockquote
    pemandangan yang sangat-sangat umum dan di-satu sisi bagian dari ketegangan yang memacu adrenalin untuk advonturir😈 , meskipun emang jelas-jelas bahaya – tipikal kita orang Indonesia😉

    tapi…

    BAU MULUT KUDA NIL AJA KALAH DENGAN BAU MULUT MEREKA!

    emang kamu udah pernah nyium bau mulut KUDA NIL ya Eve? Kalau bener udah, kamu emang hebat…😆
    *di-kejar kerabat Eve yang ber-badan keker dan ber-wajah sangar*

  5. qzink666 says:

    *liat komen no 2*
    maksudnya, bau badan kali ya? Btw, ferry penyebrangan Merak-Bk. Heuni, lebih horor lagi, mbak.. Udah kapalnya butut2, penumpangnya selalu overload.. :devil: untung ombaknya gak gede2 amirr..

  6. evelyn pratiwi yusuf says:

    @Andi:
    Soalnya di Bali kan perjalanannya jauh meski naek kapal, trus ombaknya besar. Lagian orangnya pasti jaim kan. Bali gitu lho!😉

    @beritadalamkancoet:
    Thanks buat koreksinya, maksudku bau ketek. Ntar aku betulin deh. Thanks banget ya. Teliti banget sih!, Pasti semuanya dibaca🙂

    @Pitsu:
    Iya, ikutan. Emang mau pulang ke Madura kan ketemu orang tua😉

  7. evelyn pratiwi yusuf says:

    @sachroel:
    Iya emang, kenapa? Mau ikutan untuk menuhin?
    Wah kayaknya kamu pendatang abru ya di blogku😉
    Welcome and stay alert.😉

    @M:
    Itu mah dipelabuhan nya Bali M, bukan di pelabuhan Madura, pelabuhan Madura jangan harap ada begituan. Airnya aja kotor banget sampai warna coklat begitu.
    Kalau pengemis mah banyak atuh.😦

    @Alex:
    Iya, tuh liat pembenahannya.
    Nggak ngebayangin deh, kalau rasa Rexona di mulutku.
    Mau coba?

    @Arul:
    Boleh tuh, ntar kalau mau kesana bareng aja ama aku biar ada yang bayarin ongkos kapal🙂

    @Jie:
    Nggak sie, tapi mau gimana lagi?
    Justru kalau malem haru atau subuh lebih enak, nggak perlu sesak-sesakan dan jarang ada mobil, jalannya pun cepet bisa sampai 25 menitan. :-0

    @extrem:
    Aku BELOM PERNAH NYIUM MULUTNYA KUDA NIL, CUMAN KATA ORANG SI BAUNYA AMIT2. 😦
    Eh saudaraku nggak ada yang kekar lho….🙂

    @Syafiradi:
    Okeh deh.

    @qzinx666:
    Kalau kapal butut mah di pelabuhan Tanjung Perak juga ada mas
    :devil:

  8. evelyn pratiwi yusuf says:

    @Baliazura:
    Welcome to Red Devil🙂
    I hope you enjoy my blog and be RD Lovers in here😉
    Lho kalau nggak rombongan ama kuda nil, rombongan ama siapa?😉

    @Mike:
    Mike kemana aja?
    Blogmu kok nggak kamu urus?😦
    Lebih wangi kuda nil kamu bandingin sama siapa?
    Aku?😦
    Eh mau nggak ikut lomba debatnya asitek?
    SMS ya?😉

  9. evelyn pratiwi yusuf says:

    @ Telmark:
    Waduh jangan deh, ntar semua RD Lovers bisa pergi ninggalin aku🙂

    @Indiegal:
    Welcome to Red Devil🙂
    Sebenernya aku bukan bermaksud untuk menimbulkan rasis di sini.
    Sama sekali nggak tapi, memang pada kenyataannya hal itu bener2 terjadi dan aku rasa nggak perlu untuk di tutup2in.
    Nah, masalahnya yang bau bukan orang Madura yang gimana gitu, tapi yang kalangan menengah kebawah. Buat aku postingan diatas termasuk salah satu posting tentang liburan aku bukan posting mau ngejatuhin ras mana.
    Kan beda tuh kalau memang posting untuk jatuhin ras tertentu.🙂

  10. evelyn pratiwi yusuf says:

    @beriatadalamkancoet:
    Okeh bung!

    @indiegal:
    Ya nggak apa, tapi ini waktunya untuk lebih berpikiran positif kan?

    @extremusmilitis:
    Tapi ada yang lebih kekar daripada yang kamu bayangin😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s