Indonesia VS Malaysia = KAKAK VS ADIK

 sibling_rivalry_by_leeroberts.jpeg

Tangan ini gatal rasanya ingin buat postingan ketika Indonesia ada masalah lagi dengan si Adik yang “katanya” serumpun, Malaysia.

Aku males untuk nulis apapun kecuali beberapa advice untuk mengakhiri perseteruan ini. Kenapa demikian? Karena udah banyak banget media, blog dan lain2 yang pasti udah ngupas abis, tuntas, bakan detail mengenai permasalahan ini.

Sebagai seorang kakak yang selama ini ditindas oleh sang adik, yang dulunya mungkin hingga sekarang mengaku negara serumpun yang dinamakan Melayu harusnya bisa bersifat tegas!

Ketegasan seorang kakak, amat sangat ditunggu oleh adik ketika suatu masalah itu datang. Bukan ketegasan yang menggurui, bukan ketegasan yang memanjakan sang adik atau dirinya sendiri, juga bukan ketegasan yang menguntungkan salah satu pihak dengan memakai kekerasan yang bisa dibilang nggak masuk akal.

Lupakan tentang Ambalad dan Simpedan yang sudah kakak hadiahkan tanpa perjuangan yang berarti, sebagai kado istimewa bagi sang adik. Lupakan juga politik yang dulu Soekarno pernah perbuat dengan sang adik.

Hay kakak, tidak baik kalau adik kamu biarkan terus menerus bermanja diri saat menjelang ulangtahun negaranya diwaktu dekat ini!

Harusnya sang kakak bisa mengusut tuntas masalah ini! Jangan sampai kasus ini mengambang atau memasuki zona ketidakjelasan dan justru menguntungkan sang adik.

Coba bayangin kalau bukan salah satu juri karate yang digebukin, bayangin aja seorang TKI. Apakah sang kakak mau ambil repot untuk mengurusi hal ini? Jawabannya mungkin iya, kalau sitangan nakal media sudah terlanjur basah memuatnya menjadi berita.

Makanya, hai kakak, inget masalah TKI yang dianiya di negara adik, masalah lainnya yang terjadi itu juga harus diusut sampai tuntas! Begitu juga masalah ini, jangan sampai udah naik kepermukaan trus sesudah badai reda, turun deh kedasar lautan.

Tips menjadi kaka yang baik dan tegas ( kalau kamu bingung lho ):

  • Jangan pernah teringat dilema masa lalu dengan si adik. Lupakan dan keep move on!
  • Jangan pernah melakukan apa yang dilakukan adik, di negri sendiri dan jadilah contoh yang baik bagi adiknya. Jangan pernah menganiaya turis dari negara manapun apalagi menganiaya warga sendiri * kalau yang ini biasanya muncul di berita kriminal* Mengapa? Karena sang adik akan meniru apa yang dilakukan sang kakak, nah kalau sudah begini repot kan?
  • Jangan terlalu banyak ngasih kado di saat bukan hari spesial . Soalnya bisa manja nanti dan membuat sang adik menuntut segala sesuatu termasuk barang yang paling berarti bagi sang kakak seperti Simpadan.
  • Kadang kakak boleh kok untuk menghukum, menyentak, memelototi,tapi nggak pake pukul memukul ya. Bisa dendam kesumat lho. ( lupain deh, demo, mengusir atlet Malaysia dll )
  • Hai sang kakak kalau mau dihargai orang belajarlah untuk mengahargai orang terlebih dahulu. ( aku rasa kakak tau lha gimana caranya )

Berterimakasilah akan datangnya masalah ini, karena dengan adanya masalah yang satu ini kamu bisa tunjukin ke sang adik kalau kakak yang selama ini lemah, ternyata bisa tegas, bisa menuntaskan segala macam masalah dan berjanji tidak melakukan hal yang sama kepada siapapun juga.

Tapi ingat, tegas dan menghukum sang adik disini bukanlah harus menggunakan kekerasan misal demo yang diboncengi dengan kepentingan yang lainnya yang semestinya nggak penting2 amat. Jangan kelamaan nego disana sini, ntar basi!

Kalau toh nantinya nggak bisa menang dan harus mengalah dengan si adik, saran nie mendingan perbaiki segala sesuatunya dan buatlah sesuatu yang lebih baik daripada sang adik.

Misalnya TRANSPORTASI YANG OK, MAHASISWA YANG PINTER2 JADI MEMUBUAT WARGA SANG ADIK KULIAH DISINI, DLL.

BUAT SANG KAKAK, SELAMAT BERJUANG!

38 thoughts on “Indonesia VS Malaysia = KAKAK VS ADIK

  1. mikearmand says:

    Hubungan kakak adik ini bukan cuman pulau saja tapi …

    Duluuuuu banyak guru2 Indo yg dikirim ke Malay buat training guru2 Malay.

    Sekarang banyak orang Indo yg sekolah di Malay …

    Nah Lo

  2. Jennie says:

    Evelyn, saya tidak tahu apakah analogi kakak-adik ini tepat atau tidak. Dalam hubungan internasional, menurut pendapat saya, konsep multikulturalisme mesti dijaga.

    Walaupun Indonesia dan Malaysia adalah dua negara serumpun, tidak berarti secara historis dua bangsa ini sama. Justru sangat berbeda. Kesetaraan setiap bangsa dan kultur, sesuai paham multikulturalisme mesti selalu dipertahankan, sehingga tidak ada dominasi dari bangsa dan kultur mana pun.

    Pengaruh bangsa dan negara yang besar, seperti negara2 barat sangat besar terhadap civilization dunia. AS mempunyai kekuatan hegemoni, namun tidak berarti AS bisa mensetir arah bangsa dan negara lain dengan cuma2.

    Apa yang terjadi di antara Malaysia dan Indonesia mestinya tidak terjadi berlarut-larut, karena pada dasarnya setiap bangsa/negara mempunyai kebanggaan sendiri. Ini bisa ditingkatkan dengan mindset sukses.

    Jennie

  3. JiE says:

    Indonesia masih terbuai dgn jaman Orba, dimana pak Tua (Suharto) masih dianggap Big Brother diantara pemimpin negara2 ASEAN. Bahkan singapore pun segan. After crisis, Indonesia kehilangan figur pemimpin yg disegani & kharismatik, we’re no longer as big brother, but sick old man !

  4. .:: Pitshu ::. says:

    Waduh g pakai sistem ditaktor sih sama dd ^^. Cuma jadinya :
    – klo ada apa2 dia lebih suka curhat sama Ta Cie (kk tertua) dari pada sama Er Cie (kk ke dua = gue).
    – tapi di lebih berani ngelawan Ta Cie -nya dan enggak pernah ngelawan Er Cie-nya
    – trus klo ada masalah di lebih nyariin Er Cie dari pada Ta Cie-nya ^^

    Klo g bilang sih tergantung sifat dan aura yang di kandung dech, agar si dd enggak manja dan enggak ngelunjak juga🙂

  5. evelyn pratiwi yusuf says:

    @ Mike:
    Itu yang buat aku geleng2 kepala. Kenapa bisa dulu memberi sekarang malah kita yang butuh. Tapi aku dulu sempet kepengen skul di Malay, habisnya tempatnya cool sie.🙂

    @Putuyoga:
    Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan Sipadan. Soalnya aku posting pas midnigth ditambah ngantuk yg luar biasa tapi nggak bisa bobok.🙂 Thanks untuk perbaikannya. Met kenal juga ya.

    @Jennie:
    Waduh, sayangnya apa yang anda katakan adalah benar.🙂
    Istilah kakak adik disini hanya analago belaka. Memang jelas Indonesia dan Malaysia bukan pure saudara, tapi saya harap permasalaha yang terjadi diantara keduanya bisa selesai layaknya permasalah kecil antara kakak dan adik.🙂

    @Dnial:
    Iya adik.

    @Jie:
    100% anda benar. Indonesia sudah kehilangan figur pemimpin yang seperti Soeharto, meski keji, licik, picik, koruptor, tapi efeknya banyak negara yang segan ama dia. Kalau dibandingin ama semua pemimpin bangsa yang ada, nggak ada yang ngalain selain Soekarno. Siapapun pemimpinnya, Indonesia sudah mengalami kerusakan paling dalam sampai keakar, hingga nggak bisa diperbaiki lagi. Tapi kita harus tetap optimis.🙂

    @Atmoath:
    Anda benar, semoga ketegasan kakak tidak tanggung2 untuk dikeluarkan.

    @Pitshu:
    Kita berdua sama jeng.😉

  6. prettyinthecity.biz says:

    benar, pokoknya yah lupain aja masalah-masalah lalu. Masa sekarang dan depan lebih pentng ya, eve..

  7. alex says:

    Kakak dan adik, ya?

    Kalo dari segi kebudayaan (CMIIW) sepertinya Malaysia malah yang menjadi kakak. Untuk budaya Melayu yang menjadi akar bahasa Indonesia setidaknya.🙂

  8. beritadalamkancoet says:

    Ketika membaca judul Indonesia VS Malaysia = KAKAK VS ADIK
    Emangnya Indonesia lebih dulu lahir ya daripada Malaysia? Atau mungkin Indonesia lebih berkuasa daripada Malaysia? Ato mungkin karena wilayah Indonesia yang lebih luas daripada Malaysia? hehehe… gak tau sih aku. Mangkane tanya. hahahahaha…

    Ketika selesai membaca semuanya
    “gitu aja koq repot”, ya yang penting Indonesia harus tegas aja. Dan yang pasti ya harus bertindak sesuai dengan kebenaran. Sekali lagi…“gitu aja koq repot”

  9. evelyn pratiwi yusuf says:

    @ Pretty:
    Betul, masa lalu kadang menjadi momok yang sangat menghambat masa depan.

    @Alex and Beritadalamkancoet:
    Menjadi kakak disini karena dipandang dari sudut Indonesia merdeka lebih dulu. Indonesia juga dulunya ngasih bala bantuan ke Malay baik dalam pendidikan dengan mengirimkan guru, maupun tentara Indonesia. Kalau masalah melayu duluan mana? Saya kurang tahu. Mungkin alex bisa bantu🙂

  10. alex says:

    Hayaah… saya bukan ahli sejarah, cuma tau sekedar saja:mrgreen:

    Tapi gini deh: jalur masuk perdagangan dulu – termasuk transfer kebudayaan, agama etc – melalui selat malaka. Termasuk dari daratan besar Asia sana. Jadi, kalo kemerdekaan di tahun 1945 itu kita pinggirkan, Malaysia yaa.. big brother benarnya.

    Tapi relatif sih. Dulu jepang kemari juga menyebut dirinya sebagai sodara tua…🙄

  11. rivafauziah says:

    Biasanya KAKAK>< ADIK beratem nanti baikan Lagi..
    Buktinya AMBALAT Diambil ALIH diam saja.
    SITI Di tukar dengan SITI

    SITI = Tanah (Jawa)
    SITI AMBALAT ditukar dengan SITI Juga kan..? Hanya dengan di ninabobo’kan dengan suara merdunya – DIAM Semua Deh..

    Salam Ya..
    BLOG BARU NIH… NEWBEE

  12. evelyn pratiwi yusuf says:

    @ Alex:
    Ya thanks informasinya.😉

    @Riva:
    Makanya itu pakai analogi kakak adik, biar kalau bermusuhan segal sesuatu bisa diselesaikan layaknya kakak adik. Biar tidak ada permusuhan sampai pemutusan hubungan bilateral.😉

    @ Jennie:
    Have a great holiday🙂

  13. vian says:

    penyakit lama yang adek lakukan ke abangnya sendiri.
    udah Allah kasihmasing2 kamar, adek malah mo ngambil fasilitas di kamar abang.

    mungkin sudah saatnya yang punya rumah “Allah” yang turun tangan.

    gw siap klo seandainya indonesia jadi perang ma malaysia kayak jaman doeloe.

    klo dipikir orang sana picik2 juga yah?
    aneh. gak kepikiran selama ini dibenak gw

    hahahaha.

    sesama saudara berperang.

  14. yusuf says:

    sebaiknya jadi kakak harus tegas, masak apa2 harus kalah. nanti kalau semua diambil bisa telanjang dan kelaperan dong. Misalnya batik dan tempe mau dirampas hak ciptanya

  15. yusuf says:

    Pemerintah Indonesia memang kurang tegas, terhadap malaysia aja gak berani. Bisa-bisa nanti semua bakalan diambil. nah kalau gitu nanti apa yang kita punya.
    tapi kalau nanti jadi perang, apa Indonesia berani? nanti kita lihat aja, tapi kita tetaqp harus bela tanah air kita ini, jangan sampai kita menjadi hinaan negara lain.

  16. Ryan says:

    Kalau menurut aq Malysia itu ibarat pepatah “Parang tumpul pun jika di asah maka akan semakin tajam”, atau ‘bagai memelihara anak harimau”, kenapa tidak?

    1. Dulu (kalau tdk salah +/- !5 thn) malaysia bukanlah apa2 di mata dunia, bahkan masih meminta2 tenaga pengajar dr negara tercinta ini, sekarang, coba lihat Menara Kembar adalah simbol kemegahan Asia Tenggara, Sirkuit Sepang merupakan salah satu situs bergengsi, Proton merupakan Produksi dalam negeri yg fenomenal buatan anak negeri.

    2. Konflik Ambalat dan Sipadan/Ligitan merupakan mata pisau yg kini setajam silet atau taring yg kini siap mencabik siapa saja. Kematangan mereka tak memandang budi lagi apalagi rumpun.

    Secara teori Indonesia saat ini bukanlah apa2nya malaysia dari segala bidang kecuali ‘badminton’, dan ini sungguh sangat menampar nuraniku sebagai bangsa Indonesia. Padahal sebenarnya bangsaku ini tak kekurangan kepintarannya maupun mentalitasnya. Entah mengapa dan entah bagaimana Negara sejuta kekayaan dan keluarbiasaan yg tersimpan di dalamnya dapat terinjak-injak seperti ini. Benarkah kita sudah bersatu? atau justru bersatu karena ada masalah? tp ketika tak ada masalah kita malah lupa diri? atau justru sangking banyaknya masalah justru memberikan kesempatan bagi pihak luar utk menambah maraknya kondisi kesemrawutan negara ini?

    Solusi seperti apa lagi yg tidak diberikan?
    1. Sipadan/Ligitan lepas karena mmg bangsa ini tdk mampu mengurusnya, membiarkannya terlantar tak terurus, namun bgi malaysia wilayah itu sangat prospectus yg sangat tdk disadari bangsa ini selama berpuluh2 tahun dmn selama itu sesungguhnya bgsa ini sanggup mengembangkannya mnj wilyh penghasil devisa dgn sejuta pesona alamnya.
    2. Sejarah membuktikan siapa saja mampu mengembangkan dirinya hingga dapat dipandang di mata dunia. namun kini bangsa ini hanya menjadi pecundang dgn arogansi kepemerintahannya maupun antek2nya, dan juga ketakmampuan bangsa ini menjaga kerukunan antar suku dan beragamanya yg kian hari kian kronis, sentimen agama/suku dpt memicu peperangan yg mengakibatkan kerugian jutaan dollar hanya dalam semalam.

    Kini semuanya gamblang sudah, apa sesungguhnya yg menjadi akar permasalahannya. Mungkin kita harus bijak memandang suatu permsalahan dari sudut yg lebih membangun bangsa ini, tidak saling mengkambinghitamkan yg menghambat bangsa ini ke arah pembaruan.

    Indonesia vs Malaysia menjadi Malaysia goes to Indonesia

    Jayalah Bangsaku… Merdeka !!!

  17. evelyn pratiwi yusuf says:

    @ Ryan:
    Thanks for your comment ya…
    Harusnya sebagai negara yg serumpun dan udah saling bantu membantu dari dulu, nggak ada salahnya kan kalau hidup berdampingan?

  18. chal says:

    hem kalo ngomongin Indonesia Vs malay ga bakal ada habis2nya
    indo butuh malay buat nyari nafkah bagi TKI
    begitu pula malay butuh indonesia buat nyuri hasil SDA n kebudayaan indonesia
    cape deh….

  19. GANYANG MALAYSIA!!! says:

    MALAYSIA EMANG SUCK COUNTRY…

    UDAH TU SI SITI, MILLER, DKK DIKEMBALIIN KE NEGARANYA AJA,. IIH MAU-MAUNYA KASIH MAKAN ORG MALAYSIA,,

    POKOKNYA AKU TETEP DUKUNG BUNG KARNO,,,

    GANYANG MALAYSIA!!!
    MALAYSIA EEK

  20. zaq1 says:

    malaysier tu tak tao ma kasih ma kita… apa mereka berani u/ membangun harimau lagi tidur….sekali di lawan penyet hang nanti… sadar diri lah…kenapa tak sumber sendiri yang diolah !, kenapa mesti punya pihak lain yang rampas…. rang bodo tu semua orang tau la… tak perlu diributin….

  21. Bangmalaysia says:

    Hi Evelyn,

    Hi I remembered you posting a comment on my blog called Bangsa Malaysia and I thought I would do the same. I truly enjoy your blog, its so refreshing and wonderful to read.

    I am sorry that many Indonesians have some negative feelings towards Malaysia (Ganyang Malaysia, suck country etc.). I can’t say I really blame them and apologise if we appear ugly but really, not all Malaysians are bad. I have an Indonesian lady helping me out at home here in Putrajaya, Malaysia . Her name is Sumatri from Palu, Sulawesi and we treat her like a member of the family and she is so happy to be with us.

    BTW, I will be in Surabaya at he end of November to organise a seminar and exhibition at he Shangri-la Hotel in Jl.May Jend Sungkono 120 (31 Nov and 1 Dec). If you happen to be in Surabaya, please drop by and we can meet.

    Thanks and do take care.

  22. sgenk.wae says:

    Ganyang…………..MALAISYA
    dasar BAJINGAN………………
    BAJINGAN………………
    BAJINGAN………………
    BAJINGAN………………
    BAJINGAN………………
    BAJINGAN………………
    BAJINGAN………………
    ga’ tahu MALU
    kemaluanmua DIMANA………..

  23. apriyanto says:

    malaysia jangan suka nyaplok hak cipta dan wilayah orang lain katanya malaysia punya sdm lebih tinggi dari indonesia natanya lagu indonesia di aku-aku buktiin dong kalo lo punya sdm yg tinggi buat lagu sendiri
    dasar negara malaysia penjilat,pembual,pemmbokis,malaysia FUCKFUCKFUCKFI\UCKFUCKFUCK!!!!!!!!!
    indonesian more strong than you know,MOTHERFUCKER

  24. just me says:

    refreshing………

    sebenernya kita ga perlu mengumbar kata2 kasar untuk Malaysia. ga ada gunanya dan ga ada habisnya. untuk apa? yang berbuat seperti itu adalah pemerintah malaysia, kita rakyatnya baik2 aja. ga perlu terprovokasi terlalu dalam.
    yang kita harus lakukan sekarang adalah introspeksi dan berbenah diri. mudah2an Indonesia bisa kembali menunjukkan taji-nya.

    Hidup dan Jaya Indonesiaku

  25. ridwan says:

    seharusnya Malaysia tuh tau diri. mereka bisa baca tulis tuh, coz dah diajarin ama guru2 dari indonesia. seharusnya mereka tuh berterima kasih ke Indonesia. tapi apa balasannya? air susu dibalas air tuba. para saudara2 kita yang bekerja disana malah seperti musuh bukan sebagai keluarga. banyak kasus2 yang tak terselesaikan. ayo dong Indonesia!!! semangat.

  26. hardsoder says:

    walaupun malay bersalah dengan mengklaim sepihak kebudayaan indonesia, tapi Bangsa Indonesia juga harus self reflection… benar yang dikatakan sejarah bahwa kerajaan Majapahit dan Sriwijaya telah menyebarkan kebudayaannya ke pelosok2 Asia Tenggara..
    Saya kenal beberapa orang yang sejak bertahun-tahun lalu memperjuangkan kebudayaan Indonesia untuk dipatenkan, tetapi aksi mereka terkesan dipersulit (kurang ditanggapi serius) oleh pemerintah… mungkin hal tersebut dikarenakan yang berjuang hanya segelintir orang, sementara sisanya hanya bisa diam dan meratapi.. saya rasa apabila seluruh rakyat Indonesia bersuara, seluruh bangsa ikut mengumpulkan bukti-bukti otentik mengenai kebudayaan tradisional kita, maka semua hal ini tidak akan terjadi..
    “I hate malaysian Government 4 their GREED, and I hate Indonesian Government 4 their SLOTH and IGNORANCE…
    Fair and Square..
    janganlah terbuai dengan masa lalu, ambil 1 langkah pertama mulai dari sekarang.. BUAT FORUM KOMUNIKASI DAERAH YANG KHUSUS MENGKAJI MENGENAI KEBUDAYAAN INDONESIA..
    untuk dunia pariwisata Indonesia : berjuang lebih keras (boost u’r ass) !!! Indonesia masih kaya akan cagar alamnya.. Selagi Bali masih eksotis, kalimantan masih hijau, orang utan belum punah, lembang masih sejuk, dan tanah masih sehat.. maka masih ada harapan..
    SEKALI LAGI AMBIL LANGKAH NYATA!
    ps : for UNPAD’s Student join LISES (Lingkungan seni sunda) for preserving sundanese traditional art and culture..

    peace is d’best

  27. black_raider says:

    “GANYANG MALAYSIA”DAH DR SEJAK TAHUN 60AN.,…dulu jaman BUNG KARNO permasalah pd peta batas wilayah hingga membuat berang rakyat indonesia,..sejak saat perintahan BUNG KARNO malaysia tidak berani untuk mengganggu,..di taon 2000an ini mereka kembali untuk kembalu berulah sejak soeharto menetapkan indonesia bebas untuk perdagangan dri negara2 manapun,..kasus demi kasus dri pelecehan TKI,penyerobotan patok batas wilayah,penembakan nelayan indonesia,lagu rasa sayange,hingga sekarang perekrutan WNI untuk paramiliter,..ini menunjukan bahwa kini semkin berani bangsa malaysia menginjak indonesia dikarenaikan pemerintahan2 indonesia tidak berani menunjukan kewibawaannya sebagai seorang pengurus negara,..”SBY”dia hanya seorang pendiam yg penuh impian takut akan dengan bangsa2 besar,..kkita memang bangsa kecil tp berjiwa besar,..jika kita memang generasi yg cinta akan bangsa,..saatnyalah kita yg menunjukan bahwa bangsa kita tidak dengan mudah diinjak2 mereka,..”PERLAWANAN”hanya itu yg bis amenyelesaikan,..mereka tidak akan takut jika kita tidak bertindak…”PERLAWANAN”kawan2 ini bentuk perlawanan untuk membela negara kita siapa lagii kalo bukan kita??????”pemerintahan”huuhhh,.wwuuueeekkkss,..mereka hanya tikus2 kantor yg suka mandi uang,..tanpa melihat keluar(kondisi rakyat sendiri)tunjukan perlawanan kita dengan melawan mereka,..untuk harga diri rakyat indonesia”APA KALIAN JUGA BERANI””GANYANG MALAYSIA”dengan media apapun,..pasti kita bisa,..”berjuang dan terus bertahan”(BLACK RAIDER)

  28. arta_PATI says:

    Dasar sang ade gak tahu di untung……….:<
    sudah nebangi hutanku”wanitaku juga kamu perkosa” main pukul sembarangan jg” Hati2 aja nanti kalau kualat sama kakak,Suatu saat aku akan “MENGHANCURKANMU DENGAN SENJATA AMPUHKU”
    Bangsa Indonesia tidak akan ikhlas kalau harga dirinya di injak2 sampai 1000 turunan pasti akan selalu kuingat”
    lihat aja kenyataanya sekarang orang pribumi di malingsia sdh mulai tergeser oleh orang2 china dan pendatang2 lainya.

  29. agi says:

    ………ngapain ribut2…monyet malay ngaku2 batik, reog, wayang sbg hak cipta mereka coz para seniman mereka miskin ide, kreatifitas, …….mereka gak punya budaya!….mereka melihat indonesia hina cuma karena kita banyak mensuplai TKI/TKW…padahal coba pikir…….hal itu karena monyet malay tuh males2…mereka bangga dengan gedung petronas!……padahal arsiteknya dari Indonesia….tukang batu, tukang kayu dan buruh bangunannya juga dari indonesia…jadi untuk buat menara petronas hal yang mudah bagi Indonesi………..oh iya ini lebih penting…. saat bangsa indonesia dah bisa buat Candi Borobudur…tuh monyet malay masih nyembah tai mereka!

  30. halusination says:

    Untuk Masalah Kakak Vs Adik menurutkuw gag akh, malah kyak kucing vs tikus,hehehehehhehehe, semua bisa menilai pastinya ………….

  31. Amir Hamzah says:

    Malaysia is the best..
    kereta buatan Malaysia(proton) dieksport ke seluruh dunia..
    motosikal(modenas)dah terkenal di iran dan greece..
    satellit buatan sendiri
    kapal terbang tentera buatan orang melayu namun tak dihebohkan..
    jambatan terpanjang di asia tenggara..
    tempat berlangsungnya Tilawah Al Quran..
    ada pasukan persis doktor pakar perubatan elit mengubat pesakit menggunakan
    ayat2 suci Al Quran..mempunyai syarikat yang hebat disokong kerajaan.
    banyak universiti pengajian Islam dibina dan ramai orang luar negara belajar di sini..ada sekolah elit untuk penghafal AL Quran termasuk kolej bertaraf dunia..
    bangsa melayu malaysia mencipta telefon bimbit, dieksport ke seluruh dunia.,
    orang2 melayu arkitek dan engineer diiktiraf oleh mesir dan bangsa2 arab membina banggunan di sana..
    mencipta komputer sendiri yang kemudian disumbangkan pada negara2 miskin termasuk afrika namun tak dihebohkan..
    pendakwah ramai disini…
    negeri Kedah..menteri besar mengadakan bacaan kitab setiap pagi hari jumaat
    di RUMAHNYA SENDIRI!!!!!
    di negeri Kelantan… Tidak lama lagi seluruh masjid disitu akan diimamkan oleh pelajar2 tahfiz yang muda..
    Malaysia is the best..Indonesia juga hebat..kita sama2 maju..
    tak perlu bergaduh lagi

  32. ilham says:

    Salut! Pelajar Indonesia Raih Peringkat Satu Dunia
    /
    Artikel Terkait:

    * 7 Emas Disabet Pelajar Indonesia di Kompetisi Penelitian Internasional
    * Top… Riset Durian Jessica Karli Rebut Emas ICYS

    Kamis, 30 April 2009 | 20:21 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com – Prestasi gemilang pelajar SMA Indonesia di ajang lomba penelitian dan presentasi tingkat dunia International Conference of Young Scientists (ICYS) 2009 di Polandia menghantarkan Indonesia menjadi juara umum. Para pelajar ini berhasil membawa pulang enam medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Comments are closed.