Kawin?

soulmate_mainlogo.jpg

 

Sore ini aku ngobrol dengan my Housemaid about kenapa dia menagis kemarin malam.

Sebenernya jarang sekali aku ngobrol lama dengan dia. Biasanya begitu nyampe rumah aku selalu menaruh tas dan langsung naik kekamarku. ( lantai 2 bok ) Kadang baru bicara pendek kalau lagi ngasih uang belanja untuk masak keesokan harinya.

Kali ini ketika aku makan malam sambil duduk-duduk didapur aku tanya dia mengapa dia menangis semalam. Dia menjawab karena dia dipaksa pulang ke desa tanggal 8 Agustus mendatang dan tidak boleh kembali lagi karena dipaksa menikah dengan pilihan bapaknya.

I’m so surprised about that!!

Dengan polosnya mbakku berkata ” nggak enaknya jadi orang desa ya seperti ini, sukanya dipaksa untuk dikawin. Kalau nggak mau kawin, nggak diakuin anak dan nggak boleh kerja!”

So..masih aja ada dijaman sekarang ini perkawinan paksa dengan perjodohan yang konyol!

Aku berpikir bagaimana seseorang bisa menikah dengan seseorang yang bahkan belum kita kenal sebelumnya dan baru kenal saat pernikahan berlangsung?

Apa jadinya kehidupan perkawinan dengan seseorang yang menurut orang tua kita baik tapi nggak kenal secara personal dengan kita.

Perkawinan dijadikan sebagai tempat PDKT dengan segala resiko yang ada. Kalau cocok dan punya anak, pasti hidup bahagia alias happy ending, kalau nggak meski punya anak perceraian terjadi. Trus anaknya dititipin sama nenek atau kakek dan si ortu pergi kekota mencari kerja apa aja asal nggak pulang kampung. Tau pilihan kedua setelah cerai adalah nikah lagi, punya anak lagi dan nikah lagi.

Mbakku ini kasian banget ya, seperti di sinetron aja, pakai perjodohan segala.

Mungkin memang benar, nggak enaknya jadi orang desa adalah selalu saja dipakasa.

Mau nikah sama siapa juga dipaksa padahal umur masih kepala 1.

Mau kerja apa juga dipaksa, masih betah ditempat kerjaan dipaksa pulang hanya untuk menjaga seseorang yang sakit atau kerabat yang menikah. Semuanya penuh paksaan, penuh tekanan dan kadang membuat seseorang housemaid menangis nggak jelas ketika habis menerima telepon dari desa.

Mungkin aku rasa nggak hanya orang desa aja yang mengalami hal tersebut, orang kota juga.

Hanya yang membuat beda adalah orang kota nggak ada satupun yang peduli dengan paksaan yang telah terjadi pada diri seseorang kecuali orang itu dengan orang yang memaksa.

Tapi didesa bicara lain, ketika kita nggak setuju dengan paksaan atau tekanan yang ada pasti deh orang satu kampung tahu akan hal itu dan berusaha untuk membujuk agar kita menuruti apa yang orang tua atau sesepuh suruh. Mampus aja aku kalau seperti itu. ( kebetulan aku tinggal di desa, lebih tepatnya kota kecil kalau pas liburan yaitu Sumenep madura )

Waduh bagaimana ya kalau aku yang dipaksa menikah dengan orang yang dipilihkan oleh papa dan baru PDKT saat pernikahan berlangsung? Trus aku hamil, trus aku nggak cocok?

Buat para orang tua yang sering singgah di blog ini tolong anaknya jangan di eksploitasi. Nggak baik memaksakan kehendak kepada anaknya. Karena yang jalanin hidup adalah anak anda bukan anda.

Begitu pula sebaliknya, para anak-anak juga jangan paksain sesuatu hal kepada orang tua anda. Mereka cukup pusing memikirkan anda dan semua masalah yang ada yang butuh campur tangan mereka.

STOP buat pemaksaan pernikahan yang masih terjadi di negara kita ini!

Pernikahan bukan sesuatu yang dipaksaain, kalau itu dipaksaain maka nggak akan ada cinta. Cinta tidak bisa datang karena terpaksa, kalau kita nikah tanpa cinta maka selamanya pernikahan itu hanya bohong semata dan kasian kita, anak kita juga yang nantinya kan lahir dari suatu kebohongan teater yang sedang dimainkan oleh orang tua mereka.

RD Lovers yang sekarang mengalami nasib yang sama dengan mbakku, jangan mau deh dipaksa kawin. Cinta bukan datang karena paksaan tapi karena sendirinya.

Ok?

8 thoughts on “Kawin?

  1. evelyn pratiwi yusuf says:

    Nasib dia ya harus pulang dan pasrah menerima perkawinan yang sudah di tentukan oleh bapaknya Jie…
    Eh avatarmu membuat diriku pengen menyeruput machiatonya Starbuck man.🙂

  2. riawibisono says:

    Duh malangnya… thanks God papa mamaku nggak pernah berpikir untuk menikahkan aku secara paksa, walaupun aku yakin mereka udah nggak betah aku todong duitnya melulu…

  3. evelyn pratiwi yusuf says:

    Wah ria, ortuku juga nggak sabar nie untuk cepet2 melepas perawannya ini ke pelukan lelaki yang dikira tepat…habis mereka kayaknya kelabakan kalau nurutin semua permintaan aku.:)

  4. mikearmand says:

    eX-pembantuku dulu dinikahkan pas umur 17 tahun, malah katanya umur segitu sudah ketuaan biasanya 14 ato 15 tahunan.

    Nggak kebayang yah kalo gitu dunia bakal penuh sesak !

  5. riawibisono says:

    aku pernah mbaca cerpen di Jurnal Perempuan, tapi katanya itu terinspirasi dari kisah nyata. cerita ttg cewek desa yang disuruh kawin di umur belasan. kasiaaaannnn deh…. dia masih pengen main tapi malah harus nyuci, masak, dan ngrawat anaknya. serem pokoknya. sampai pengen nangis bacanya… mana suaminya jahat lagi, trus si suami mati muda dan dia menjanda di umur 23 dengan 3 anak kalo ga salah….
    jahat banget orang2 yang maksa orang kawin seenaknya…
    I hope that all women in this world have power to decide when and to whom they will get married…

  6. Alecsaprol says:

    Tidak terbayang,….saya yang laki laki saja pengen marah kalau dengar dan lihat hal seperti itu…kawin paksa.

    mending aja kalo yang lakinya tuh kaya raya, milyarder, tapi ko’it setelah baca ijab kobul,..lumayan khan buat biaya hidup siwanita nurbaya tersebut,..he..he..he..just kidding,.

    so ,..saya tidak setuju dengan kawin paksa,bukan karena cinta.

  7. sof says:

    Tulung Sis,, semua yang Sis katakan di atas bakalan terjadi sama saya….Tulung Hiks …..Hiks..Hiks….padahal gue ini cowok, tapi di paksakan juga untuk menikah dengan orang pilihan ortu, dengan memilih hari yang bagi gue sangat sakral, yaitu hari Natal di Tahun ini,…padahal hari Natal biasanya mendatangkan kebahagiaan buat saya, tapi ini akan menjadikan hari yang paling trauma buat saya setiap tahunnya,,,,,,your House-Maid, masih mending dikasih pilihan : kawin atau tidak di akui anak, kalo saya ngak dikasih pilihan.sama sekali, Pokoknya harus kawin atau orang tua saya akan meninggal karena sakit hati dan malu dengan orang2 di sekitarnya…….Ya Ampunnn…..TUhan ….Tolong saya..mendingan saya tidak diakui anak dech dari pada harus begini…Tulung saya…Sis…please Reply ASAP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s