Change My Mindset About English

 training.jpg

Senang dan bahagia rasanya ketika aku tahu bahwa diriku sudah lulus tes toefl dengan total score 517. ( mepet si nilainya dari yang jurusanku minta yaitu 500 ). Akhirnya masalah yang selama ini membuat aku kepikiran siang dan malam setiap harinya sudah terpecahkan dengan ketidak sengajaan.

Ceritanya begini RD Lovers:

Jumat 1 minggu yang lalu aku memutuskan untuk ikut tes toefl di jurusan sastra di kampusku setelah 5 kali aku habiskan uang 50 ribu untuk tes toefl di CE ( salah satu pusat edukasi yang memberikan layanan tes toefl ). Aku putuskan untuk ikut sebelum malas menghampiriku apalagi bulan Juli ini adalah bulan liburan. Akhirnya dengan membayar 25 rb saja aku nekad daftar pada saat hari H sebelum tes dimulai jam 8 pagi hari Jumat itu.

Datang dengan perasaan “ kalau lulus ya sudah kalau nggak ya jangan!! Ini akan jadi tes toeflku yang terakhir dan aku halus mencapai poin 500 lebih. Dengan optimisme yang begitu membara dan disertai dengan kesantaian yang amat sangat tinggi pada saat mengerjakan ternyata hasilnya sangat memuaskan. Nggak salah rasanya aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku sudah pintar dan malasku harus dibuang! Aku harus bisa menyelesaikan tes ini dengan lebih santai seperti layaknya aku mengerjakan soal-soal UAS di kelas. Optimisme aku tanamkan dalam otakku dalam-dalam.

Hasilnya?

Hari ini tanggal 29 Juni aku pergi kekampus. Tujuannya sih hanya untuk mengumpulkan tugas laporan tengah magangku di radio Hard Rock FM Surabaya. Sambil menunggu dosenku aku iseng-iseng berkunjung ke Tata Usaha jurusan Sastra Inggris untuk bertanya apakah aku lulus tes toefl.

Si penjaga TU hanya bilang, “ lihat aja di kaca “ sambil menunjuk kaca di TU itu.

Saat aku lihat!!!
Astaga, seperti di sinetro lho adegannya! Hatiku dikelilingi banyak sekali bunga. Mau teriak sangking bahagianya tapi nggak bisa, nggak tahu kenapa? Rasanya mulut ini terkunci. Aku masih nggak percaya kalau aku lulus. Aku lihat namaku di pengumuan itu. Kubelalakkan mataku berkali-kali seakan-akan nggak percaya akan hal itu. Aku sampai mengeja namaku sendiri. Takutnya ada orang yang namanya mirip sama aku mesti aku tahu itu namaku!

Saat ini aku mau mengucapkan terimakasihku kepada pihak-pihak yang terus mensuportku diantaranya adalah:

Terimakasih kepada Tuhan yang selama ini tetap memeberikan banyak kejutan dalam hidupku baik yang bahagia maupun tidak dan terus berada di dekatku.

Terimakasih kepada keluargaku terutama papa yang selama ini aku repotin dengan meminta uang untuk terus ikut tes toefl. ( sampai 5 kali @ 50 rb ) tapi nggak lulus. Terimakasih buat omelannya yang meski IPku bagus tetap saja ngomel soalnya toeflku nggak lulus2.

Terimakasih kepada pacarku yang terus berkata bahwa aku bisa! Thank so much!

Terimakasih kepada para sahabat dekatku, Tansil, Oong yang tetep kekeh nggak mau menjadi jokiku dalam tes ini dan membulatkan tekadku untuk lulus toefl dengan tangan dan usaha sendiri.

Terimakasih kepada EF, guru2nya baik yang lokal dan natif yang terus mengajarkan aku Inggris selama 1,5 jam setiap hari Selasa dan Kamis dan marah jika aku berbicara bahasa Indonesia.

Terimakasih kepada pihak-pihak yang tidak aku sebutkan satu persatu karena waktu yang diberikan panitia tidak cukup. Terimakasih kepada teman-teman yang selama ini mengejekku bahwa aku pintar di semua bidang pelajaran di ilmu komunikasi, IP tertinggi pada smester satu tapi bodohnya minta ampun di Inggris! Ejekan kalian membuat aku malu dan memicuku untuk membuktikan pada kalian bahwa aku juga bisa menaklukkan bahasa Inggris! Dan hasilnya?!

Aku bisa!

I can do it guys!!!!!!!

Aku berjanji mengubah mind set ku bahwa bahasa Inggris sama gampangnya dengan bahasa ibu pertiwi.

Semoga lain kali postinganku antara Indonesia dan Inggris bisa equal.

Doakan ya cita-cita lulus 3,5 tahunku tercapai.🙂
Amin.

17 thoughts on “Change My Mindset About English

  1. mikearmand says:

    Hehe kamu kaya artis2 yg pidato setelah dapet Oscar …
    Inget loh TOEFL itu separuhnya juga luck jd jgn leha2 English is not that easy . it can blow your brain trying to memorize all of the tenses and how to distinguish between parts of speech.

    Good luck !!

    Three-and-a-half year ?? you’re full of surprises lad !

  2. evelyn pratiwi yusuf says:

    Thanks buat komennya ya…
    Buat aku jadi termotifasi dalam mendalami bahasa inggris.🙂
    I love you guys….
    Thanks buat supportnya juga….

  3. riawibisono says:

    wadoh sekarang aku yang kepikiran…. masih bisa dapet toefl score>500 gak ya buat syarat kelulusan? hehehehe….. congratz ya Evelyn…. cia yoo kelas english 1-3 nya.
    english 1 ningkatin reading comprehesion…
    english 2 for writing skill…
    english 3 public speaking….
    asyik lah…. jadi pengen kelas english lagi….

  4. mikearmand says:

    See I told you English is easy

    But beware, don’t get cocky because TOEFL nedds luck so your real comprehension cannot be measured only through TOEFL

    BTW, three-and-a-hal year ?? wow you sure are ambitious

    buat Ria : ya pasti bisalah 500

  5. dnial says:

    It’s a high standar. In ITS, it’s only require 450.

    Read more books in english, watch more movie in english, talking in english is a sure way to learn English.

  6. evelyn pratiwi yusuf says:

    Yeah of course!!!
    Ukuran toefl 500 itu menurut aku terlalu tinggi untuk ukuran kampus Indonesia tapi kalau mau maju ya mesti berpandangan terus kedepan. Bener?🙂
    Itu aja buat anak angkatan 2007/2008 toeflnya mau dinaikin jadi 550.
    Tau nggak ukuran toefl yang harus 500 buat ngambil mata kuliah bahasa Inggris satu cuman dipunyai UK.Petra sby lho.
    Setelah aku searching2 di jurusan Ilmu Komunikasi Univ lain di SBy and jkt ( meski cuman beberapa ) Petra yang taraf toeflnya paling tinggi lho!!!
    Angkatanku aja yang lulus ngak lebih dari 20 orang.
    Percaya?

  7. Jennie says:

    Well, 550 is the standard for an average university in the United States. Ivy League universities, like Harvard, Yale, Stanford, Princeton, etc. requires 600+. If you can make it to 630+, that’s superb. Keep on rockin’.

  8. evelyn pratiwi yusuf says:

    Yup, aku tahukalau 550 adalah standar international, aku bisa nggak ya nyampe 550 lebih? 600 mungkin.
    Maybe i have to study english a lot to get that score right?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s