Piracy, Menguntungkan atau Merugikan?

drum_set_tko_jr_3_piece.jpg

Menciptakan ide dan mengeksekusinya dalam bentuk apapun pasti sangatlah sulit. Ide tidak muncul kepermukaan begitu saja. Pengeksekusianpun tidak semudah yang dibayangkan tanpa konsep yang matang. Perasaan lega, bangga, serta puas muncul ketika semuanya berjalan secara seimbang dan menghasilkan kepopularitasan.

Sineas, composer, sutradara, script waiter, dan banyak lagi merupakan salah satu bentuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas tinggi. Mulai dari hal yang simple sampai hal tidak masuk akal dan imajinatif menjadi ladang pekerjaan mereka dalam dunia ini.

Film yang bagus ( Spiderman, LOTR and many more ) baik dari sisi cerita maupun editing dan lainnya juga merupakan eksekusi yang sempurna dari ide yang dituangkan dalam suatu media. Lagu yang boombastic ( Badai pasti berlalu, Bento and many more ) dan tidak turun pamor meski berganti ruang dan waktu sangat mendatangkan banyak profit. Iklan yang bagus dan sangat mengena dimasyarakat sampai-sampai jadi bahan perbincangan seperti salah satu iklan rokok versi Agus Ringgo ( may be yes may be no ) dan masih banyak lagi hal yang lain yang menjadi hasil konkrit dari keseimbangan antara ide dan eksekusi seta promosi dan popularitas.

Tapi mereka tidak begitu saja menikmati hasil mereka meski sudah dipaten dan hak ciptakan. Banyak orang yang memanfaatkan mereka justru karena karya mereka yang fantastis itu yaitu dengan PEMBAJAKAN OR PIRACY.

Banyak yang rugi baik itu para sineas, productin house, pencipta lagu dan masih banyak pihak lainnya. Tapi disatu sisi kuntungan besar diraih gila-gilaan tanpa ampun oleh orang – orang yang membajak.

Banyak yang diuntungkan dari Piracy termasuk salah satunya saya.
Saat dompet menipis dan lagi butuh hiburan dengan nonton film tinggal beli aja DVD bajakannya.
Saat ingin irit namun tetep ingin mendapatkan CD lagu – lagu dari artis favorit, ya beli aja MP3 nya.
Dan masih banyak contoh yang lainnya.
Namun karena pembajakan ini ada satu kelompok band yang amat sangat diuntungkan dari tangan orang – orang tidak bertanggung jawab.
Kangen band adalah new comer band di Indonesia yang popular akibat piracy.

Mereka terkenal justru pertama kali dengan lagu bajakan mereka yang dimanfaatkan oleh para pembajak melalui VCD musik Indonesia.

Mereka terkenal, namun lagu-lagunya dulu yang membuat mereka terkenal, bukan karena peluncuran album perdana mereka atau vidio clip keren mereka.

Personil Kangen Band ini dari segi tampang tidak tampan sama sekali kalau mau dibandingkan dengan ADA band, Peterpan, Nidji, Samsons dan band-band terkemuka di tanah air.

Kangen Band muncul karena banyak penggemar yang penasaran dengan mereka. Personil kangen band sendiri bukan orang yang tergolong menengah keatas. Mereka ada yang pengamen, pencuri, anak tukang becak dan masih banyak lagi.

Namun hal itu rasanya tidak jadi persoalan karena lagu mereka laris manis dipasaran akibat para pembajak dan mengalahkan band-band terkemuka yang punya modal baik uang dan tampang. Sekarang mereka berlimpah uang dan tawaran job karena sangking larisnya! dan jelas bahwa hidup mereka yang dulu seperti itik buruk rupa tiba-tiba menjadi cinderlela dengan tiba-tiba meski banyak pihak yang meragukan.

Sekarang kalau sudah begini pembajakan itu sendiri menguntungkan atau malah merugikan?

Apakah masih perlu ada pembajakan di dunia ini? 

* Mohon maaf aku sudah nyari dimana-mana namun foto Kangen Band nggak ada. Nyusul aja yach :)

5 thoughts on “Piracy, Menguntungkan atau Merugikan?

  1. mikearmand says:

    Piracy is actually a form of resistance by the marginal countries to the rich countries.

    Nowadays susah sekali kalo mau cari software PC yan bajakan yah karena Bill gates yang mau terus kaya itu.

    Another fact, kenapa Windows Vista kok nggak seberapa laris di Home PC ? karena Vista punya sistem dimana ketika user tersambung dengan internet, MICROSOFT bisa mendeteksi apakah Vista yg dipakai itu asli ato nggak dan kalo bajakan langsung dimatikan.

    Jadi pembajakan itu menguntungksn, toh sku bukan artis ato sejenisnya, aku cuman seorang konsumen yang tak mampu membeli barang yang bukan kebutuhan primer dengan harga yang selangit.

  2. AdhiRock says:

    Sedikit komentar dlm industry musik terutama si artist… saya setuju dgn km Eve.. satu sisi mereka dirugikan terutama secara material dan pembajakan akan membawa dampak psikologis males buat berkarya buat si artist… krn karya mereka tdk dihargai dgn semestinya. Namun disisi lain pembajakan bisa juga jadi berkah.. krn membuat nama artist terangkat ke permukaan. contoh: salah satunya Kangen band. atau bahkan mereka merelakan karya mereka dibajak.. Ras Muhammad artist reggae Indonesia yg besar di New York.. menaruk beberapa lagu-nya di myspace.com jauh sebelum album dia keluar. The Brandals and many more dgn alasan membuka jendela “pasar internasional”.

    Ada cara untuk mengurangi pembajakan. 1. adalah lupakan major label… go to indie label. terutama jaringan distribusi-nya. Cara ini memang gak significant langsung menumpas pembajakan tapi at least mengurangi. Contoh: Slank. mereka mendistribusikan kaset2 mereka lewat para Slankers dgn media distro2 yg dibangun oleh Slankers di setiap cabang Slankers di seluruh Indonesia. kalopun kita bisa dapet Album “Lagi Sedih”-nya Slank di Disc Tara atau modern outlet lainnya itu untuk menjangkau konsumen yg bukan Slankers dan itu bukan main distribusi-nya album2 Slank. Dan untuk kasus-nya Slank, para penggemarnya sangat loyal punya integritas yg tinggi sehingga mereka hanya membeli yg orisinil bukan bajakan.

    2. Cari cara agar production+promotion+distribution cost-nya equal dgn harga produk bajakan. Kenapa pembajakan masih ada? krn ada demand.. kenapa ada demand?krn harga sangat murah. Dan ketika produk asli harganya equal dgn harga bajakan… demand akan beralih ke orisinil dan pembajakan akan mati oleh pasar. Tapi pertanyaanya? apakah mungkin harga orisinil equal dgn harga bajakan? needed effort.

    3. Establising a good system. tegakkan aturan. baik si producer produk2 bajakan, distributor produk2 bajakan, penjual dan juga pembelinya produk2 bajakan harus dihukum.

    4. Si Artist harus bisa merubah mindset. Artinya: profit bukan didapat dari penjualan album tapi hasil konser. Anggap saja bajakan dapat mempopulerkan si artist yg akhirnya panggilan untuk manggung jadi banyak. dgn kata lain legalize pembajakan.

  3. Beni Bevly says:

    Pertanyaan yang menggelitik, “Piracy, Menguntungkan atau Merugikan?” Agaknya hal ini tergantung dari sisi mana kita melihat.

    Jika kita melihat dari sisi produsen asli, maka hal ini jelas merugikan mereka. Dari sisi pemerintah yang bersih dan mengandalkan pajak untuk kemakmuran rakyat, hal ini merugikan pemerintah dan juga rakyat.

    Secara moral, etik dan hukum, hal ini adalah suatu pencurian hak milik orang lain. Hal ini jugalah yang menyebabkan pembusukan moral atau corruption dalam society.

    Pihak yang terlibat menjadi tidak punya harga diri karena menikmati barang yang seharusnya bukan haknya. Jika demikian bagaimana pengguna barang piracy bisa dengan bangga mengatakan bahwa ini adalah hasil jerih payahku, sehinga aku berhak untuk menikmatinya. Di situlah letak harga diri dan dignity seseorang.

    Selain itu, kreatifitas juga bisa menurun. Yang ada dibenak orang akhirnya beranggapan lebih baik mencuri hak milik orang lain dari pada susah-susah mencipta.

  4. evelynpy says:

    Untuk Mike:
    ~ Yeah memang bener, piracy itu amat sangat menguntungkan buat kita2 mahasiswa yg bisanya cuman minta uang ortu untuk jajan. Tinggal beli yang murah dengan kualitas yg nggak jauh2 amat dari CD aslinya.🙂
    Bicara masalah Window Vista, belum berani nyoba…

    Untuk Beni:
    ~Setuju dengan yang dikatakan sama Beni. Kalau aku yang jadi artisnya dan lagu atau filmku di bajak tanpa ada royalti buat aku, aku amat sangat marah… Soalnya kalau mau diitung-itung banyak pemasukan yang seharusnya aku dapat dari copy semua hasil karyaku tapi tak dapat aku terima karena oknum2 yang membajak dengan santainya hasil karyaku itu. Tapi dibalik itu, aku dapat ketenaran baik dari aku yang seorang artis maupun karya2 yg telah aku ciptakan..
    Kalau begitu kalau anda sendiri jadi artis pilih mana? Pembajakan yang tetap berjalan terus atau stop sampai sini aja?
    ( Imagine kalau aku jadi artis…bakal dibajak nggak ya? )

    Untuk Adhi:
    ~ Thank’s buat ceritanya mengenai distribusi karya Slank. Baru tahu nie.. Eh bukannya kamu fanatik ama reggee musik ya? Kok tau amat tentang Slank? Aneh🙂
    Adhi, kalau kita beralih ke Indie label, kalau aku jadi artis ( maaf sedikit berkayal ) aku takut aku nggak sefame seperti aku join dengan label besar… yang amat sangat menjanjikan
    Tips kamu yang kedua nggak mungkin banget deh ya…Mission Immposible banget…
    Tips kamu yang ketiga aku SETUJU.
    Tau nggak kalau di UU kita, orang yang membeli bajakan itu nggak bisa dihukum lho…
    Yang menjual, jual di toko dengan bukti transaksi itulah yang dapat dihukum.
    Kalau kita yang beli, tanpa ada bon transaksi dan misal tiba2 di jalan waktu pulang dari mall ada pemeriksaan polisi kita ketangkap gara2 DVD/CD bajakan itu, aturannya di UU kita tidak bersalah lho..
    Jadi misal kalau pernah kejadian seperti itu dan ditangkap oleh polisi, minta polisi untuk tunjukkan UU yang mana yang buat kita salah akan hal itu…
    Tips yang keempat…
    Saya setuju banget..
    Buktinya artist atau penyanyi luar negri banyak sekali lagu mereka dibajak, baik melalui internet, CD, dll.
    tapi justru itulah letak salah satu faktor pendukung ketenaran mereka….
    Mereka mengadakan konser dan ternyata hasilnya SOLD OUT kan?! Cuman sayang selalu mahal karcisnya…
    Dasar orang nggak mau rugi juga…🙂

  5. luck13y says:

    duh omongannya pada intelek.. brhubung saya cm rakyat aplg sederhana menurutku asik2 aj ad bajakan cos yg asli mahal🙂.. bt kangen kl emg trkenal dr lagu, itu sip bgt! cos dlm musik harusny bkn tampang or kekayaan yg jd andalan.. tp keindahan/ kualitas brmusik ex:slank,.kl emg musik kt brkualitas tentu dibajakpn ga trlalu rugi krn kt bs dpt duit dr konser yg padat.. jd te2p brsyukurlh krn org dpt rejeki bda2!ad yg dr album, ad jg yg dr konser.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s