Indahnya perbedaan

 bojo1.gif

Terlahir di dunia dengan segala sesuatu yang saya punya saat ini baik kekurangan sekaligus kelebihannya saya sangat bersyukur akan hal itu. Sejak kecil saya selalu diajarkan untuk tidak membeda-bedakan orang baik dari segi fisik, warna kulit, agama dan lain-lain. Buat saya hal rasisme dan SARA tidak begitu berarti.Hal yang sama juga saya rasakan ketika saya berpacaran dengan pacarku. Namanya Marcelinus Surjoputro. Dilihat dari namanya saja,  jelas bahwa dia orang Katolik. Awalnya kita berdua memiliki perbedaan yang sangat besar.Saya orangnya so ceria, cerewet, dan tidak bisa diam biar sedetikpun! Sedangkan dia so shy, silent man and nggak neko-neko. Bayangkan si pendiam bertemu dengan si cerewet seperti saya, apakah yang terjadi? Kadang saya keki kalau ingin ramai tapi dia tidak merespon! Tidak hanya itu, dipandang dari segi karakter dia sangat tertutup dan saya sangat open. Apapun saya ceritakan padanya dan dia hanya menjadi pendengar setia. Bicara mengenai wajah, honestly he’s not my type. Masalah agama kami berdua sangat berbeda. Dia beragama Katolik dan saya beragama Budha. ( tidak bicara rasisme )

Awal-awal berpacaran sangat susah untuk menyesuaikan satu sama lain. Tapi lambat laun dia mulai berubah dan saya juga mulai merubahnya. Saya dulunya sangat temperamental dan liar tapi ketika berpacaran dengannya sisi feminim saya mulai mendominasi. Sedangkan dia, dia lebih banyak bicara sekarang. Dia tidak lagi menjadi silent man. Dia lebih banyak bercanda, dan sangat bijaksana dalam memutuskan sesuatu dan dia sangat dewasa daripada aku.

Kalau tiba saatnya natal atau paskah aku selalu merayakannya dengan pacarku. Begitu juga halnya jika aku sedang merayakan hari besarku. Kami terkadang menghabiskan malam minggu terkadang di gereja atau wihara. Agama buat kamu bukan masalah besar untuk menjalani hubungan ini. Tidak perlu pindah agama untuk mempertahankan our relationship. Yang terpenting adalah bagaimana menjadi diri sendiri, selalu percaya satu sama lain dan menerima serta berusaha menggabungkan segala perbedaan yang ada. Buktinya saya sudah menjalin hubungan 5 tahun dengan dia. Susah memang dan butuh kedewasaan tingkat tinggi.

Jadi intinya perbedaan itu sangat indah, tapi mengapa realita yang ada justru perbedaan terkadang membuat suasana menjadi kacau dan tidak indah lagi ?

Saya posting ini bukan untuk pamer pacar saya lho ya. OK.

11 thoughts on “Indahnya perbedaan

  1. cherry says:

    Sadly our country forbid a marriage between different religion. So in the end one of them is forced to change the religion or just do the marriage overseas.

  2. mike_armand says:

    loh jadi kalo kamu merit di luar negri jgn lupa undang2 yaa huehue

    BTW, perbedaan itu memiliki 2 sisi seperti mata pedang. Contohnya di indonesia, alasan mengapa negara kita kok kaya gini terus itu ya karena masyarakatnya terlalu berbeda dan tidak mau saling mengerti.

    Sebetulnya lagu John Lennon yg Imagine itu ada benarnya lho

  3. KataMata says:

    Setuju banget, seperti lagunya John Lenon “Imagine there’s no religion…”.
    Damai deh bumi kalo ga ada yang membeda-bedakan suku, ras, apalagi agama.
    Sungguh aneh kalo masih ada yang mempermasalahkan hal kaya gitu, wong kalo disobek-sobek ( kaya Tukul ) kulitnya, darahnya sama merahnya kok.
    So, GO FOR IT!🙂

  4. evelyn pratiwi yusuf says:

    Betul aku setuju juga ama katamata.
    Tapi aku takut kalo di sobek-sobek ama Tukul ( kan sakit )🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s