Happy Kartini’s Day

 photo121.jpg

Ibu kita Kartini
Putri sejati, Putri Indonesia..
Harum namanya..

Sepenggal potongan nyanyian Ibu Kita Kartini diatas merupakan salah satu penghargaan dari anak bangsa untuk perempuan yang begitu bersahaja dengan memperjuangkan hak perempuan pada jamannya.

Tidak hanya nyanyian yang dijadikan lagu nasional, namun bentuk penghargaan lainnya untuk pejuang genderitas perempuan pada masanya itu dijadikan hari pahlawan nasional yang dirayakan 21 April tiap tahunnya.

Tidak ada darah dan perang dalam perjuangannya yang membuat dia beda dari pahlawan pada masanya maupun pahlawan perempuan lainnya. Namun hal itu tidak menghambatnya menjadi pahlawan gender yang merubah dunia Indonesia dan menjadikan perempuan sejajar dengan pria.

“ Bukan hanya suara-suara dari luar; dari Eropa yang sampai keapada saya yang menyebabkan saya ingin mengubah keadaan sekarang ini. Sejak saya masih kanak-kanak … pada waktu kata emansipasi belum mempunyai arti apa-apa bagi saya dan tulisan itu masih di uar jangkauan saya, dalam hati saya sudah timbul keinginan untuk merdeka, bebas dan berdiri sendiri.”

Kata-kata diatas merupakan penggalan kata yang ada pada buku karyanya yang terkenal berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Dia begitu berkeras agar genderitas dihapuskan dan emansipasi terhadap wanita ditegakkan.

Setiap tahun kita rayakan hari Kartini dengan memakai baju daerah. Di TK diadakan lomba-lomba memakai baju daerah dan lain-lain. Namun apakah semua yang dilakukan untuk memperingati hari Kartini sudah merupakan hal yang tepat untuk meninggalkan genderitas dan berdiri terhadap realita yang ada?

Tiap tahun sudah berapa banyak wanita yang di lecehkan dan dijadikan obyek seksualitas dengan memakainya sebagi model iklan di produk-produk tertentu?

Sudahkah laki-laki menghargai dan tidak lagi meragukan para perempuan dalam segala aktivitasnya ( terutama jika perempuan yang menjadi pemimpin)? Perempuan, menangis dan Kepemimpinan  Is aFemale PRESIDENT LESS EFFECTIVE?
Sudahkah pandangan bahwa perempuan tidak boleh bekerja terlalu berat dan cocoknya di dapur saja hilang dari budaya Indonesia?
Dan masih banyak hal lainnya yang semestinya perlu diperbaiki bukan merayakan dengan berbagai lomba yang tidak tahu arti dari hari Kartini itu sendiri!

Kartini tidak perlu perayaan atas apa yang selama masa hidupnya dia perjuangankan. Dia hanya perlu pengakuan dan perlu implementasi yang nyata dari apa yang selama ini dia juangkan dengan mengorbankan segalanya. Maka perjuangannya pun tak akan sia-sia.
Apakah kita bisa mengubah keadaan yang masih sarat dengan genderitas di muka bumi ini meski gaung emansipasi perempuan sudah membahana dari dahulu kala?

Selamat hari Kartini 21 April 2007

13 thoughts on “Happy Kartini’s Day

  1. AdhiRock says:

    Emansipasi is the greatest achievement di bangsa ini, meruntuhkan tembok patriarki… Aku setuju bahwa there is no different between men and woman… they are equal.

    Tapi aku punya pendapat.. ketika sang wanita menikah dgn pria… dirumah dia harus menempatkan dirinya sbg istri dan ibu dari anak2…, di luar di boleh mempunyai karir tinggi tapi ketika menginjakkan kaki dirumah… harus memposisikan sbg istri dan ibu dari anak.

    Megawati boleh seorang Presiden di negeri Indonesia tapi ketika beliau dirumah, beliau adalah istri Taufik Kemas… bukan pemimpin Indonesia.

    well, Aku sangat bangg dengan Kristina (penyanyi dangdut), Cindy Fatika dan Krisdayanti… masing2 mempunyai karir yg sangat hebat di dunia entertainment especially Krisdayanti… tapi hebatnya ketika KD dirumah dia bisa memposisikan diri sbg istri Anang dan ibuk dr anak2nya… serta merta melepaskan predikat dia sbg Diva Indonesia ketika dia dirumah.

    Dan inilah yg dilupakan… I don’t want to judge… emansipasi-nya kebablasan… hingga lupa dirinya sbg istri dan ibu dr anak2… atau krn karirnya lebih hebat dari sang suami… kemudian melupakan kodrat-nya sbg istri dan ibu dr anak2…

  2. evelyn pratiwi yusuf says:

    Buat Adhi rock and jurig.

    Saya suka pendapat kalian. Kita semua baik laki-laki juga harus tahu posisinya kalau di kantor yang jadi pimpinan. kalau di rumah ya jadi kepala rumah tangga yang baik dan ayah yang baik. Jangan semuanya dipasrahkan sama istri.
    keluarga adalah tanggung jawab bersama, wanita juga manusia kan.
    Benar?

  3. michael_armand says:

    I never doubt women and I believe they can do what men do in their own way.

    Ada satu kalimat menarik yg aku baca, “Kartini tidak pernah berniat untuk menghapuskan laki-laki dari muka dunia ini”

    She’s the real feminist

  4. riawibisono says:

    oke aja sih kalo Bu Mega di rumah bisa menempatkan diri sebagai istrinya Taufik Kiemas. Yang bahaya kalau kebijakan politik yang dibuat juga ikut suami…. wah wah wah…. iya kalo bener, kalo salah kan bahaya?
    Anyway ada fakta menarik nih. Hillary Clinton yang lulusan university ternyata nggak berpengaruh terhadap decision making Bill Clinton semasa masih menjabat presiden. Tapi Bu Tien yang sederhana malah sangat mempengaruhi kebijakan politik Soeharto. Karena Bu Tien sebagai perempuan Jawa punya ‘kuasa’ tersendiri atas suaminya. Kuasa yang dimiliki bukan karena bersikap maskulin, tetapi justru karena kelembutannya.
    Sementara Kartini, sayang banget akhirnya malah menjadi istri kesekian seorang bupati, mati muda karena melahirkan lagi. Konon, pernikahan Kartini sudah ‘diatur’ oleh kompeni Belanda, karena mereka takut Kartini akan menghimpun kekuatan perempuan Indonesia di samping menarik simpati perempuan Belanda. Kartini yang malang…. mana hari peringatannya jadi sekadar hari kebaya nasional lagi… I’m sure it’s not what she wants….

  5. michael_armand says:

    Kalo berdasarkan pendapat ria ttg nasib Kartini yg cuman jadi lomba kebaya, bukannya kebanyakan pahalawan Indonesia ya begitu juga. Cuman sekedar nama diingat, putar lagu2 perjuangan gitu and that’s all.

    Seringkali kita kalo berbicara perempuan berpengaruh cuman pada kalo gak Hillary Clinton ya Margaret Thatcher ( the iron lady ) padahal mereka lho ga hebat2 banget. Buktinya sama Bill Clinton malah ditinggal selingkuh trus si Hillary juga malah setuju sama UU ynag melegalkan aborsi. Is she a woman ???

    Padahal perempuan itu penting lho, bukannya ada pepatah kalo dibalik laki2 sukses itu selalu ada perempuan di belakangnya.

    Yang membuat Kartini unik itu karena dia tidak berjuang supaya Indonesia menjadi negara perempuan tapi bagaimana supaya Perempuan jangan kalah sama lelaki.

  6. Jennie S. Bev says:

    @Ria Wibisono, sangat menarik analisismu ini. Sangat menarik sekali. Semua itu tergantung pribadi masing2, bukan kultur, tampaknya. That’s what I see so far.

    Re Ibu Kartini, sangat menyedihkan kisah percintaan dan nasibnya sebagai individu. Sometimes a person who dies young has a strong legacy for the world.

    I’m sad for her, but I’m also very proud of her. When I was 25 years old, what did I do? Almost nothing. I was so consumed by my own needs and wants. She makes me think about what I can do further.

    More power to Evelyn and Ria, future Kartinis.

    ~ Jennie

  7. insanayu says:

    kartini semakin lama semakin dilupakan. bahkan oleh wanita indonesia sendiri. sebuah realita kan? kita tidak usah munafik.

    seharusnya kita jangan melupakan jasa-jasa beliau mengangkat derajat kaum wanita. kalau bukan karena beliau mungkin wanita indonesia sekarang tidak bisa seperti sekarang yang begitu aktif, dinamis, kreatif, pintar…

    saya berpendapat perayaan seremonial ulang tahun kartini tidak begitu penting. apa artinya seremonial kalau hanya “seremonial”? mengerti maksud saya kan? kita bisa merayakannya dengan terus berkarya untuk bangsa ini. kita bisa mengenangnya di hati kita… menghayati perjuangannya… meneruskan cita-citanya… tidak hanya sekedar memakai kebaya modern di hari ultahnya.

  8. depe says:

    pada dasarnya laki-laki adalah lebih tinggi derajatnya di banding wanita, tetapi disini Ibu Kita Kartini adalah cerminan bagi kita semua terutama kaum pria. Bahwa wanita itu tidak selemah laki-laki, kadang saya tidak habis fikir kenapa begitu banyak wanita di banding pria (di dunia ini). U know what, karna wanita dipercaya untuk bisa sejajar dengan pria.

  9. evelyn pratiwi yusuf says:

    @Depe:
    Bener banget.
    Ternyata masih ada juga laki2 seperti kamu yang sangat menghargai wanita dijaman sekarang ini.
    Wanita memang pantas untuk menjadi pendamping yang sejajar dengan pria bukan untuk dijadikan ajudannya.😉

  10. tiojogja says:

    ya, sebagai generasi muda, kita emang harus meringati kartini, apalagi aku sebagai pendidik. aku selalu tanamkan sosok kartini pada anak2 didikq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s