Bodoh Vs Jelek

Temanku bertanya padaku saat aku mengikuti satu matakuliah.
” Eh kamu suka mana dibilang bodoh atau jelek?” tanyanya padaku.
Aku langsung tidak konsentrasi lagi dengan apa yang diajarkan oleh dosenku.
” Aku lebih suka dibilang jelek.” jawabku
” Kalau aku lebih senang dibilang jelek juga daripada bodoh.” jawabnya sambil melihatku dalam-dalam.
” Kenapa kamu lebih suka dibilang jelek?” tanyaku kembali.
” Karena bodoh itu mutlak!” Jawabnya tegas.

Aku juga sependapat dengannya. Bodoh merupakan hal yang mutlak bagi manusia jadi saya tidak suka dibilang bodoh atau mencap orang lain bodoh. Karena buat saya manusia tidak ada yang bodoh.

Manusia diciptakan Tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang beragam. Lebih tinggi derajatnya daripada makhluk Tuhan yang lainnya. Itulah kenapa Tuhan sangat menyayangi manusia. Diciptakan dengan perangkat ( tubuh ) yang begitu kompleks dan diserta akal, budi, dan pikiran, Tidak ada diantara mereka yang bodoh. Mereka menjadi bodoh bukan karena Tuhan, tapi karena banyak alasan.

Tidak mendapatkan gizi yang cukup saat bayi, tidak mendapatkan bimbingan yang benar dari orang tua, terpengaruh lingkungan yang tidak mendukung, orang tua yang tidak menginginkan anaknya lahir dan menggunakan cara apapun supaya tidak bisa lahir dan masih banyak alasan yang lain.

Tidak ada manusia yang dapat dikatakan bodoh (kecuali memang amat sangat keterlaluan ). Yang harusnya ada adalah kata-kata pintar, kecerdasan dan rajin. Semuanya adalah suatu hal yang dapat dipelajari dengan membutuhkan keniatan dan waktu yang lama dan terkadang merupakan suatu angugrah yang diberikan sejak kita lahir ke dunia fana ini.

Saya lebih suka mencap orang dengan sebutan malas. Malas adalah ucapan tepat bagi manusia yang memang malas ( sebenarnya kita tidak ada hak untuk mencap demikian ). Malas adalah akar dari ketidakmampuan manusia dalam mendapatkan gelar pintar, cerdas, atau rajin. Yang mereka dapat justru adalah kata bodoh. Dan akhirnya tidak mendapatkan respect sebagai timbal baliknya serta ”iri” karena mempunyai suatu kelebihan khusus. Dan hal inilah yang membuat bodoh menjadi suatu kemutlakan yang tidak dapat ditawar lagi oleh siapapun.

Itu alasannya kenapa saya suka dibilang jelek daripada bodoh. Jelek sama halnya dengan kepintaran seseorang. Semuanya dapat dipoles dan butuh waktu untuk menjadikkannya cantik. Bedak, lipstik, eye shadow, maskara dan masih banyak hal lainnya yang dapat mendukung sang itik buruk rupa menjadi angsa yang anggun. Kalau kebodohan tidak ada lagi cara untuk membuatnya menjadi sang angsa. Karena sekali lagi bodoh adalah kemutlakan.

Jadi lepaskan kebodohan dengan belajar dan belajar. Ciptakan wawasan yang lebih dengan membaca dan berguru pada yang ahli atau melalui media lain. Niscaya anda akan merasakan luarbiasanya dunia, asiknya kehidupan dan bijaksananya Tuhan menciptakan kita.

6 thoughts on “Bodoh Vs Jelek

  1. Michael Armand says:

    Tapi kadang2 ada looo orang yang ruajinnya puolll tapi ya gak isa pinter2. Mungkin emang takdir ya tapi biaasanya dia punya something that others don’t, right ???

  2. riawibisono says:

    Menurutku semua orang itu pinter dalam area of competency-nya masing-masing. Kayak aku, yang di masa sekolah sering dicap bodoh karena nggak pandai matematika. Ternyata waktu kuliah aku malah dicap pintar karena komunikasi memang bidang keahlianku. So, pinter2 aja kita discover di mana bidang keahlian kita. Kadang orang mikir keahlian itu yang berat2, matematika lah, bikin musik lah, melukis lah. Padahal, hal yang kelihatannya sepele seperti mendengarkan orang lain itu belum tentu bisa dilakukan semua orang dengan baik. Pada faktanya, mendengarkan orang lain bisa sangat bermanfaat karena bisa membuat orang merasa nyaman, lega, dan ‘plong’.

  3. evelyn pratiwi yusuf says:

    Yup aku juga lemah di matematika sama kayak ria. Tapi aku setuju dengan menghargai kelebihan orang lain (beni) dan lebih memperhatikan hal-hal yang sepele. Siapa tahu dapat dijadikan senjata yang mantap. Tapi kalau ada orang yang rajin tapi nggak pinter2 aku nggak tahu ya ada masalh apa dengan orang itu, mungkin mike tahu.

  4. michael_armand says:

    Aku ya gak pinter mat blas (ulangan pernah dapet 14). Jadinya aku masuk IPS. Aku punya temen deket waktu SMA yang sebenernya rajin n niat belajar tapi ya gak bisa apik2 nilaine padahal dah tak bantu trus pacare yg puinterr ya mbantui tapi ya nialine gitu2 trus. Tapi de’e itu orange buaekkk soro.

  5. AdhiRock says:

    Bro Beni, Bro Armand, Ria and Evelyn kayak e arek Suroboyo wes? bener ga yo?

    kelemahanmu adalah kekuatanmu, dan kekuatanmu adalah kelemahanku. Dulu orang2 menganggap Einstein adalah freaky, gila, bodoh tapi toh kita semua tahu beliau yang nemuin Teori Relativitas. Siapa yg sangka Sang kanselir Adolf Hitler hancur krn kekuatannya sendiri, begitupun the braveman Tony Montana–Mafia Cuba paling ditakuti yg tinggal di Miami–hancur krn kekuatannya sendiri.

    Jadi bisa saja orang odoh dan orang jelek punya kelebihan tertentu dan menjadikan kebodohan dan kejelekannya sbg kekuatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s