Announcer In Radio Community

ist2_1409687_vintage_mic.jpg Menjadi penyiar di radio komunitas kampus bukanlah hal yang mudah. Sudah hampir  2 bulan aku menjadi penyiar di Petra Campus Radio ( radio komunitas di kampusku). Hanya berbekal hobi dan keinginan untuk menjadi penyiar handal aku masuki radio ini.

Berbicara mengenai peralatan yang disediakan radio ini ( kebetulan radio milik jurusan Ilmu Komunikasi ) sungguh sudah sangat cukup dan mendukung. Lagu-lagunya pun tidak tertingal dari radio-radio nasional. Namun nasib kehidupan radio kampusku tidak dapat dibandingkan dengan radio anak muda pada umumnya.

Tidak ada orang yang respect terhadap radio ini, aku rasa hanya penyiar dan orang yang benar-benar suka akan radio baru akan mendengarkan. Radio ini sebenarnya masih belum dapat dikatakan radio karena apa? Karena hanya tersambung dengan kabel dan salon yang dipasang pada selasar menuju gedung Ilmu Komunikasi.

Terkadang selama aku siaran, aku sempat berfikir siapakah yang mendengarkan aku, kalau orang-orang hanya sibuk dengan urusannya sendiri dan baru mendengarkan ketika lagu favoritnya diputar. Pertanyaannya yang sama timbul ketika aku yang tidak siaran sedang melewati selasar dan melihat respon orang-orang terhadap radio itu. Nobody yang respon. Ada yang sibuk ngegosip, ada yang sibuk sms atau telpon, ada yang sibuk dengan laptopnya, pokoknya nggak ada yang care.

Kalau begitu  buat apa para produser repot-repot membuat acara dan berusaha agar didengar para pendengar? Buat apa para announcers diseleksi untuk menjadi announcers yang berkualitas? Sungguh kasian ketika realita itu terpampang besar-besar diwajah para produser. Memang radio komunitas selama ini sangat susah berkembang, orang semakin sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri , tidak mau peduli dengan radio yang dengan susah payah dibangun dengan harapan kemajuan untuk kampus kami. Namun aku tetap optimis suatu saat nanti radio kita akan menjadi radio komuniats yang sukses.

Lantas bagaimana ya nasib radio komunitasnya ke depan?….

I’m not sure… 

11 thoughts on “Announcer In Radio Community

  1. JaF says:

    Wah, kalau saya justru melihatnya sebagai tantangan! Masih ingat serial Beverly Hills 90210? Di cerita itu mereka kan juga punya radio model begitu, yang cuma bermodal kabel sama spiker.

    Tantangannya buat saya terletak pada bagaimana menciptakan program yang bisa menarik minat orang lewat untuk mendengarkan. Mulai dari pengumuman kampus, pengumuman ujian sampai gosip-gosip kampus.. wah pasti seru. Kata kuncinya adalah: alasan bagi orang untuk mendengarkan.

    Pernah dengar radio lokal di mall-mall? Yang dengar juga orang lewat aja. Tapi mereka tetap jalan dengan berbagia ‘program’ mulai dari pengumuman diskon sampai pengumuman anak ilang hehe

    Pasang dong spikernya juga di kantin, tempat fotokopian atau di tempat dimana anak-anak mahasiswa banyak nongkrong. Cuma kalau mau lebih berkembang, bilang dong kampusnya untuk beli pemancar yang kekuatannya kecil aja. Modal begini aja bisa bikin radio kampus gede lho.

    Waktu ke Jogja saya menemui banyak sekali radio kampus yang bahkan sudah komersial.. Bukti bahwa berangkat dari radio kampus bisa berkembang lebih jauh kok🙂

    Tetap semangat!!🙂

  2. cien2 says:

    hi,
    by the way, ini masi tentang artikel yang under estimate kan..
    bingung neh, comment nya kok ga nyambung😛
    ttg yang cleaning service, sebenernya ada sebagian dari mereka yang memang smart.. tapi berhubung keuangan mereka ga memungkinkan untuk melanjutkan studi, ya apa boleh buat.
    Toh mereka pun bisa belajar dari internet juga..
    belajar tidak ada batasnya😀 jadi teringat tukang koran yang mendapatkan duit banyak dari who want to be millionaire, yang di puter di salah satu stasiun tv swasta.
    keren juga tuh

  3. michael_armand says:

    I really hope that Communication department’s radio can go on and on.

    Menurut aku sangat menghibur kalo di selasar2 lagi nganggur daripada dengerin orang2 nggosip ga keruan ga jelas. Bisa juga menghibur waktu hati sedang gundah gulana karena niali ga beres ato pusing mikirin proposal hehe

  4. Iwan Setiawan says:

    salam hangat to pegiat radio kampus
    Ini ada info buat kamu moga bermanfaat silahkan download special software radio automation system free / gratis dengan tool-toolnya yang standar radio, buat teman teman yang udah terbiasa dengan software raduga lebih enak lagi ini.. karena fungsi dan cara kerjanya mirip dengan raduga Ver 9 dan salam hangat dari all team @ http://www.studyzone.web.id
    >> http://www.studyzone.web.id/reference_ZaraRadio.html

    ( ^ _ ^ ) tetap semangat
    hormat saya

    iwan setiawan
    http://www.studyzone.web.id
    http://www.qommunityradio.de

  5. arie (STEI) says:

    ass, halo gw juga ank radio kampus stei rawamangun….tepatnya di radio TIARA fm. walaupun sudah on air tapi kita susah buat melihara peralatan. tapi lo trus berjuang broooo……pada awalnya radio gw juga bgitu kok…. tapi dengan perjuangan yg gk henti2 akhirnya tembus jg walaupun tetep bnyak biaya lagi tanpa ada pmasukan yg gde…………klo mw maen…maen aja….silahturahmi aja broo…. lam kenal yeah…!!!! semangat trusss………………

  6. ferri says:

    Ass Wr.Wb..

    Teman2,, salam kenal sebelumnya,,

    Saya sangat baru di bidang radio kampus, saya ingin minta bantuan nih,, masalah radio kampus,,

    Sekarang saya sedang merancang rencana pembangunan radio kampus di kampus saya..

    Saya butuh bimbingan dari teman2 yang sudah bisa menjalankan radio kampus,,

    Hal2 yang belum saya Paham adalah masalah Perizinan,,

    Apa yang harus kita lakukan sebelum kita membangun radio kampus..

    Mohon Bantuannya,,

    mail me,, ferri_satu@yahoo.com

  7. herlyn says:

    Gw juga anak RK, Atma Jaya, yang Lo rasain sama persis ma anggota RK gw!
    kita semua juga kadang jenuh..
    males2n, gara siaran tp dicuekin org!
    Tp gw punya semangat, suatu saat RK gw Bisa lebih baik dari sekarang
    sebenarnya
    yang paling penting cuma niat qo!
    ga peduli apa tanggapan org, klo kita mang niat di RK, kita bkal ngalkuin yang terbaik bwt RK. sapa tau bisa membantu RK kta jauh lebih baik..
    thanx

  8. sarme says:

    Hidup Radio Komunitas!!
    Gw sama kayak Arie(STEI), satu tim di Radio Tiara-nya STEI..
    Evelyn,, w juga sama kayak lo, pernah merasa dan bertanya dalam hati pas w siaran,,sapa ya yang dengerin w?? hehehehehehe…
    Tapi kita gak boleh putus semangat kalo mau radio kita maju…
    gak peduli ada yang dengerin apa gak,,kita harus tetap siaran..butuh kesabaran yang dahsyat..tapi nanti pasti berbuah hasil yg manis..
    Biar kelihatan eksis juga radionya..bikin event off air juga yang dikemas secara menarik…
    Seperti yang arie bilang…kalo mau main2 ke Radio Tiara, silahkan…kami welcome sekali…🙂

    Cheers!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s