Tukulers merambah DPR

Sensasi lagi-lagi dibuat oleh anggota DPR kita! Mulai dari meminta gaji pokok untuk dinaikan, mobil-mobil mewah yang siap dipakai ke kantor sampai video porno ME. Sekarang Laptop menjadi santapan empuk para anggota dewan untuk memenuhi keinginan pribadi yang implisit dengan menggunakan alasan serta uang negara.

Amnesia mulai mereka idap saat ini.

Tsunami Aceh, gempa Jogyakarta, kasus Poso, banjir Jakarta, kecelakaan transportasi udara, dan kasus-kasus yang terjadi di Indonesia bukan menjadi bahasan pokok mereka lagi. “kembali ke laptop” sekarang menjadi hits di anggota dewan untuk dipersoalkan dengan alasan agar kinerja mereka dalam mengatasi masalah-masalah yang ada di Indonesia menjadi mudah.

Tidak hanya tukul yang beken lewat acara empat matanya namun anggota dewanpun juga ingin beken dimasyarakat dengan jalan yang sama yaitu dengan laptop. Namun apakah masih pantas anggota dewan meminta hal yang lebih dengan uang rakyat sedangkan rakyat tidak mendapatkan hasil dari apa yang mereka minta karena mereka butuh bukan karena mereka ingin.
Laptop seharga Rp 21 jt mereka anggarkan dengan mudah beserta tambahan yang lainnya sejumlah anggota dewan. Apakah mereka tidak mikir dengan uang lebih dari 6 miliar rupiah yang mereka anggarkan mereka dapat menolong dan memulihkan kondisi negara kita yang terpuruk oleh bencana dari penutup tahun 2006 sampai sekarang.

Mungkin dengan uang lebih dari 6 miliar rupiah itu masyarakat korban Lapindo dipengungsian dapat hidup tenang dan nyaman tidak seperti sekarang ini. Lumpur lapindopun sudah tidak lagi mengeluarkan lumpur kalau uang itu dibelikan peralatan canggih. Penerbangan di Indonesia juga menjadi bertambah kelayakannya jika uang itu dibelanjakan untuk merenovasi dan membeli pesawat lagi dan masih banyak hal yang dapat diperbaiki dengan uang yang mereka anggarkan itu. Daripada buang uang negara sia-sia dan banyak anggota dewan yang tidak dapat mengoperasikan laptop itu, lebih baik belanjakan uang negara untuk menolong korban bencana baik yang sudah banyak ditolong maupun yang belum.

Ingat uang negara juga uang dari rakyat dan untuk rakyat. Bukan dari rakyat masuk kantong anggota dewan. Juga buat korupsi implisit di DPR buatlah realisasi untuk para rakyat.

4 thoughts on “Tukulers merambah DPR

  1. riawibisono says:

    Evelyn,
    if you said that English is difficult because of the tenses, you must know this fact. English language has tenses because people who use this language (Westerners) are care about time. According to Edward T Hall, Westerners are low-culture-people, who think that time is important.
    We, Indonesian, as other Asians, are high-culture-people. That’s why we care less about time, for we consider that time is polychronic. Well, you can read about this in Pengantar Ilmu Komunikasi (Deddy Mulyana)

    About your difficulty learning English, I suggest you to work harder. Don’t think it will be boring to learn English, ok?

    Anyway, thanks for your comment in my blog. You are talented in writing too. Keep writing. And read more books to add your knowledge….

  2. evelyn pratiwi yusuf says:

    Kucoba masukin artikel ini tapi nggak dimuat di Jawa Pos kolom Prokon Aktivis sedihnya…
    Oh Ya akhirnya DPR tidak jadi anggarkan Laptop berkat banyak yang nggak setuju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s