So stupid in collage’s library

Ya Tuhan! Betapa malunya aku saat aku tidak tahu bagaimana cara mencari buku di perpustakaan kampusku! SUDAH 2TAHUN  jadi mahasiswi tapi baru sekarang tahu bagaimana cara mencari buku diperpustakaanku. Karena tgl 30 Maret deadline proposal magang 1 aku hari ini sibuk dan repotnya minta ampun mencari teori-teori di perpustakaanku. Sebelum nyari di buku aku harus mencari dulu di local internet kampusku untuk tahu no buku dan nantinya aku harus ke tempat no buku itu berada. Dan hal ini aku baru tahu hal ini. Ini bukan pertamakalinya aku ke perpustakaan, sudah lebih dari 5 kali tapi aku nggak pernah nyari buku sendiri. Teman2ku  yang selalu mencari dan aku yang kebagian tugas untuk mencari teori yang dibutuhkan.

Aku orang kota yang merasa amat, sangat udik dan memalukan. Ya ampun aku sampai nggak habis pikir. Aku tahu bagaimana cara mencari no buku di no lorongnya baru tahu hari ini setelah tanya sama orang dan mendapat sambutan tatapan mata yang aneh darinya. Astaga.!

Tapi kali ini aku baru sadar bahwa buku-buku yang disediakan oleh perpustakaan kampusku terbilang lengkap. Sayang buku yang aku cari lagi nggak ada soalnya banyak anak dari jurusan yang sama sibuk ngerjain proposal magang 1 nya. Tapi aku bangga sama perpustakaanku soalnya baru hari ini juga aku lihat banyak mahasiswa universitas lainnya datang sekedar cari buku untuk nyelesain tugas mereka. Amaze.

4 thoughts on “So stupid in collage’s library

  1. riawibisono says:

    Hehehe… butuh guide di library ya?
    Hubunganku sama perpustakaan UK Petra kayak gini nih….
    SMU – pernah mampir ke perpus waktu ikut lomba SSEG di Petra. Kagum bok. Baru kali ini liat buku sebanyak itu, 3 lantai full!
    Semester 1 – hampir tiap hari ke perpus. Soalnya nggak ada kerjaan. Tapi sukanya baca buku fiksi aja. Belum doyan baca textbook tebal2 itu…
    Semester 2 dan seterusnya – cuma ke perpus kalau butuh buku. Itu pun agak males, jauh sih….
    Semester 6 – melakukan kriminalitas dengan mulai memfotokopi buku perpus. Habis harga buku asli mahal! maklum lah!
    Semester 7 – pulang magang, jadi rajin ke perpus, keranjingan baca Pramoedya dan jurnal Perempuan. Tapi guna yo! Skripsiku kan berbau2 feminisme!
    Semester 8 – rajin banget ke Perpus. Kalo nggak pinjem buku, ketemu kepala perpus buat bahas lomba foto. Kadang ada di area skripsi untuk meminjam skripsi orang2. Mulai mencoba memanfaatkan fasilitas proquest yang ternyata nggak banyak bantu. Tapi untuk koleksi, banyak banget referensi dari perpus. Hati mulai tergerak untuk nyumbang buku, someday kalau sudah mampu hehehe….

  2. evelyn pratiwi yusuf says:

    Gila memang ya waktumu kebanyakan kamu habisin di perpus ya.. makanya artikelnya berisi.
    Ckckckckck salut….

  3. michael_armand says:

    eh siapa bilang buku perpus lengkap ?! Ga juga lo soalnya banyak anak sastra yang harus ke perpus WM solanya minim banget buku sastra dan yang ada tuh yang juadul2 geeto

    semester 1 : jarang ke perpus soalnya tugas2 ku ga terlalu butuh reference.
    semester 2 : mulai sering ke perpus soalnya tugasnya muali membara
    semester 3 : jarang lagi …
    semester 4 : tambah jarang
    semester 5 : krang lebih sebulan sekali ke perpus soalnya buat banyak reference
    semester 6 : 2 minggu sekali ke perpus soalnya buat cultural research sama thesis

  4. evelyn pratiwi yusuf says:

    tp belakangan ini banyak anak luar ( negri) yang dateng lho dan menggondol bukunya anak sastra.mungkin itu sebabnya kali ya?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s