Thank’s Ghost Rider

Gara-gara habis nonton film Ghost Rider, aku jadi lebih PD ketika nyetir sepeda motor ke kampus. Sekedar tahu aja, kampusku merupakan kampus yang “branded” di Surabaya dan dihuni oleh banyak para mahasiswa dari puluhan ribu mahasiswa anak orang kaya.

Pertamakali aku ke kampus aku naik antarjemput. Namun setelah aku jadi aktifis kampus, antar jemput sangat membatasi gerak-gerikku di kampus. Sering pulang malam dan tidak sesuai jadwal kepulangan antar jemput membuatku ingin kembali naik sepeda motor. Dan hasilnya aku jadi bebas mau kapan saja ke kampus dan mau jam berapa aja pulang dari kampus.

Semua teman se gankku ( tidak hanya mereka ) sangat underestimate sama aku, ketika mereka tahu aku naik sepeda motor kekampus. Pikiran aku anak orang miskin dan segala macem mulai menghiasai otak mereka yang sudah lama terpatri bahwa orang yang naek sepeda motor merupakan orang kalangan menengah kebawah.

Kadang kalau mereka tanya ” Lin kamu pulang naek apa?” dan aku jawab sepeda motor, shock langsung merajai wajah mereka. Oh… menjadi kata paling sering keluar saat mereka tidak tahu harus berkata apa. I Don’t care about that!!!!!

Namun setelah nonton Ghost Rider yang fantastic itu taraf ke PD anku amat sangat mendekati 100%.

Aku tidak peduli apa yang ada dipikiran teman2ku tentang naek sepeda motor merupakan hal yang memalukan atau apalah itu. Buat aku naek sepeda motor merupakan hal yang indah.

Bayangin aja setiap pagi aku bisa merasakan terpaan angin pagi yang kadang sejuk namun kadang nggak. Bisa meliak-liuk bagai ular yang gesit saat jalanan kota Surabaya macet total irit bensin pula!!! Biasa kota metropolis. Sedangkan mobil? Nggak bisa meliak-liuk kan?! Hujan dan teriknya sinar matahari yang terkadang tidak tahu aturan itu membuat aku sangat MALAS naek sepeda motor. ” Enakan naik mobil!” langsung terucap. Kalau sudah begitu aku langsung membayangkan Ghost Rider. Membayangkan sepeda motornya yang COOL. Rasanya ada kebanggaan tersendiri dari diriku ketika naek sepeda motor.

Thank’s buat papa yang merelakan anak perempuan kesayangannya ini panas-panas naek motor. ( tenang tapi tetep cantik kok pa, meski agak gosong ). Thank’s buat COOL MOVIE Ghost Rider yang selalu ada dihayalan ketika aku males naek motor.

3 thoughts on “Thank’s Ghost Rider

  1. riawibisono says:

    Siapa bilang naik sepeda motor nggak keren? Gak ya! Justru sangar, Lyn! Go for it, girl! Cuma orang picik yang beranggapan sepeda motor = poor. Di Jakarta malah trennya bukan sepeda motor lagi, tapi sepeda gayung!
    anyway, jangan lupa sunblock SPF tinggi aja deh. Mataharinya Surabaya & pemanasan global berbahaya buat kulit….

  2. Goio says:

    Pikiran aku anak orang miskin dan segala macem mulai menghiasai otak mereka yang sudah lama terpatri bahwa orang yang naek sepeda motor merupakan orang kalangan menengah kebawah.
    Apanya yang salah dengan menjadi anak orang miskin? Apa yang salah dengan naek sepeda motor?… Bertahun-tahun jadi anak-nya orang kalangan menengah ke bawah dan gemar bersepeda motor ke mana-mana… aku sangat menikmatinya … ayo kita bersepeda motor😛 …

  3. michael_armand says:

    wuih sangar dong naek speda motor apalagi kalo cewek.
    Kaya di iklan itu loo “Cewek jangan mau ketinggalan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s