I Hate Kerja, but Why i Have to?
Desember 20, 2007

(Baca Terusannya)
Evelyn ( Red DeviL ) on Suara Surabaya 100,0 FM
Nopember 7, 2007
Karena kenal ama Jie, nah hari ini Rabu tanggal 7 November 2007 aku di undang On Air di Radio Suara Surabaya ( radio top di Surabaua ) untuk ngomongin masalah Blogger Surabaya.
Bersama Jie, Andi Cempluk dan Anang, saya akan ngobrol puas jam 9 malam.
Memang jika dibandingan mereka blog saya nggak ada apa-apanya.
Namanya juga newbie di blogsphere, tapi tetep aku harus Confident kan!
Buat RD Lovers yang ada di Surabaya kalau pada nganggur ntar malem jam 9
boleh anda dengerin suara merdu saya di 100.0 FM Suara Surabaya.
Kawan bisa ikut meramaikan acara ini dengan datang langsung ke SSFM atau via telpon ke 031-5600000 (’nol’ nya 5 kali). Buat yang di luar Surabaya, bisa mendengarkan suara okeh saya yang seksi di sini:
It Ate My ATM CARD!
Oktober 23, 2007
Sudah beberapa hari ini aku hidup tanpa ATM dan hanya punya uang 100 ribu saja di dompet yang pastinya sudah berkurang karena malem mingguan kemaren. Susah ya nggak ada ATM * punyaku BCA * yang biasanya menemani keseharianku. Maklum karena nggak ada ortu * mereka kan di Madura * jadi pasokan uang di pasok melalui ATM. Tapi ATM ku hilang ketelan si mamanya yaitu mesin ATM waktu aku asik belanja bareng adikku di Pasar Atom Surabaya.
Pas mau ambil uang,
Bau Kuda Nil Aja Kalah! - Part 1
Oktober 18, 2007
Aku lagi ada dikapal feri, yang merah muda itu adalah jepit rambut. Jaga-jaga kalau angin terlalu kencang.
Minggu lalu, aku abisin waktu di Madura Island. Yup kegiatan mudik selalu aja aku lakukan pada saat Idul Fitri dan Natalan. Soalnya kalau lain waktu kan nggak bisa, jadwalku padat merambat oi.
Nah sebelum ke Madura, aku harus melakukan perjalanan dari rumahku ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan taksi. Kebetulan aku pulang tanggal 11 Oktober, jadi aku nggak mau dijemput, maunya dijemput di ujung Pelabuhan Kamal. Soalnya kalau di jemput di Surabaya pasti ngantri di Pelabuhan Tanjung Perak. Antrinya bukan 1-2jam, tapi bisa 5 jam lebih. Soalnya kapal ferry yang beroperasi hanya ada 5 lebih dan mendahulukan pejalan kaki dan pengendara motor. Dan karena nggak dijemput naek mobil jadinya aku hanya bawa satu tas slempang dan koper yang biasanya dibawa kebandara.
















