Orang Meninggal, meninggalkan nama? Trus Credit Title Itu Apa?

Ada pepatah mengatakan orang meninggal meninggalkan nama. In factorang masih hidup aja meninggalkan nama…betul nggak?

Kok bisa?
Ya bisa dong… misalnya kita ninggalin nama kita di kartu nama, kita ninggalin nama kita di benak orang lain karena kita begini dan begitu, kita ninggalin nama supaya orang nyebutin nama kita saat bertemu kita.. Nah kita juga ninggalin nama kita di layar kaca dalam bentuk credit title.

Buat aku suatu kebanggaan tersendiri nama aku bisa terpampang di layar kaca SBO TV saat acara X2 ( XUka-Xuka ) berakhir. Tanpa perlu nunggu aku meninggal duluan, aku sudah meninggalkan “nama” ku dalam bentuk credit title.

Tapi…buat sebagian orang, credit title itu nggak begitu penting. Sebagai pemirsa, siapa sih yang mau nonton atau membaca siapa aja orang yang berjasa di balik suatu tayangan yang dia liat. Boro-boro ngeliat credit title acara televisi, ngeliat credit title film-film Hollywood yang kerennya minta ampun aja orang-orang pada ogah!!!

Entah tradisi atau apa, setelah acara selesai, tangan atau badan secara otomatis melakukan kegiatan reflex seperti memencet remote tv untuk memindahkan kechannel lain, atau kita boro-boro keluar studio dengan menggenggam tangan pacar.

Anehnya… stasiun tv juga justru mendukung suatu hal yang buat aku adalah salah, entah maksud mereka baik atau tidak. Seperti Trans Tv, sebelum acara selesai yang namanya credit title sudah keluar dengan durasi yang begitu cepat, kadang aku aja sampai nggak bisa membaca namanya satu persatu. Itu terjadi tidak hanya terjadi di suatu acara namun semua acaranya dan hal ini tidak terjadi di Trans Tv saja, kebanyakan stasiun TV nasional melakukannya.

Kalau begini apakah peribahasa tersebut masih layak untuk dijadikan pedoman atau penyamangat seseorang untuk melakukan yang lebih baik dalam hidupnya?
Padahal buat aku sudah masuk di credit title saja meski tv lokal membuat perasaan aku puas setelah capek-capek mendirect acara tersebut. Tapi bagiamana apresiasi orang? Justru malah tidak menghargai. Bagaimana menghargai seseorang yang sudah meninggal yang meninggalkan nama tersebut kalau yang masih idup dan masih ada fisiknya ini nggak bisa dihargain.

Fiuh…Justru ada yang bilang bahwa credit title itu cuman merupakan absensi buat suami-suami atau istri-istri yang pasangan hidupnya bekerja di media..
Waduh sampai segitunya ya….