PS: I Love You
Mungkin di blog2 lain sudah banyak yang ngereview PS: I Love You, tapi meski begitu aku tetap membulatkan tekat untuk mereviewnya karena actor favku Gerard Butler main di film ini.
Mungkin bagi RD Lovers banyak juga yang sudah baca review film ini baik dari blog, majalah maupun milis film dan memang kesimpulannya adalah film ini biasa-biasa ditinjau segi cerita yang klasik. Buat aku, aku kasih khusus untuk film yang satu ini 5 dari 5. Untuk segalanya. Cerita, aktor maupun ending. Aku rasa film bergenre drama komedi ini pantas mendapat nilai segitu karena dia berhasil menjadi penyejuk di antara begitu banyak film drama yang jelek2 selama tahun lalu maupun tahun ini.
Chuck and Lary, No Reservation semuanya lewatlah! Film ini mampu merebut kekuasan 50 fisrt date di hatiku* The Notebook tetep no satu* Film yang menceritakan mengenai seberapa besar cinta seorang lelaki pada istrinya meski sudah tiada dia tetap tidak pasrah pada cintanya yaitu dengan membuat surat2 yang dia tulis sebelum dia meninggal karena tumor otak dan surat2 itu sudah diatur untuk dikirim pada istrinya saat dia sudah tidak bisa menemaninya sepanjang hidupnya! Ceritanya memang tidak sama dengan novel aslinya yang mempunyai judul yang sama. Tapi ketidaksamaan itu bukan masalah bagi yang belum membaca novelnya. Dan detail2 nggak penting memang tidak diceritakan disini misalnya kalau Holly punya adik cowok yang freak dan penggila rock. Yang penting cerita yang diangkat ke film, aku rasa sudah mewakili novelnya itu sendiri!

Tak terasa sebenernya Red Devil ini sudah setahun. Pengen merayakan secara besar-besaran dengan memberikan hadiah pada penggemar atau sekedar menulis posting yang membanggakan blog sendiri karena ulang tahun tapi hal itu nggak kesampaian. Gimana mau kesampaian kalau bosnya Red Devil ini sedang sibuknya minta ampun.
Manusia itu selalu saja takut dianggap tidak eksis, takut tidak kebagian dalam berbagai hal, dan masih banyak lagi yang membuat manusia selalu saja nggak pernah puas dan selalu merasa kurang!
Saat aku berperan jadi murid aku sih cuek-cuek saja saat dosen menerangkan tentang matakuliah yang sedang aku ambil. Kadang kalau mood aku duduk di depan dan antusias dengan mencatat dan membuat tulisan yang rapi nan indah karena berwarna warni. Kalau mood itu sudah agak pudar karena hujan, lapar, atau hari sudah terlalu siang dan jam goblok itu sudah datang aku memilih untuk duduk paling belakang bersama gerombolanku dan ngerumpi atau aku tinggal tidur.
Well pertama males banget untuk liat film Indonesia yang begitu-begitu aja. Pas banyak media ngerivew Ayat-ayat Cinta pun aku males untuk nyempetin waktu nonton ini film. Ya kalau sudah mampir di 


Recent Comments