Archive

Archive for January, 2008

Protes Dong!

January 31, 2008 evelynpy 21 comments

my-chemical-romance-black-parade-24x34.jpg

Marah dan jengkel hati ini saat melihat iklan My Chemical Romance yang akan konser di Jakarta malam ini 31 Januari 2007 di salah satu jalan menuju salah satu mall di Surabaya ini.Setelah Beyonce, The Black Eye Peace, dan Muse, sekarang giliran band fav ku yang diundang tampil di Jakarta. Tapi aku tidak merasa senang, justru jengkel sekali. Semuanya yang aku idolakan justru tampil di Jakarta. Alamak, why Jakarta is so special than Surabaya?

Read more…

Categories: RD and My Opinion Tags: ,

Kematian itu…

January 30, 2008 evelynpy 12 comments
Jujur sebenarnya agak malas dan bosan menulis tentang kematian the smiling jendral, Soeharto. Karena pastinya teman-teman blogger yang lain pasti menulis hal yang sama setelah dua hari berturut-turut semua media menjadikannya hal yang luar biasa dan patut untuk kita tonton.

Kematian….
Siapa yang tidak takut akan kematian. Orang pasti lebih antusias menyambut kelahiran daripada musuh bebuyutannya yaitu kematian. Ketika kematian datang pasti rasa kesedihan itu datang. Air mata pun tak terelak lagi. Bagi orang yang mampu kematian bukanlah hal besar dalam segi materi namun hal yang sangat besar dari segi rasa cinta karena kehilangan. Bagi orang yang tidak mampu, kematian selain menggerogoti hati juga menggerogoti kantong sendiri untuk membeli segala sesuatu untuk yang bersangkutan.

Read more…

Categories: RD and My Opinion Tags:

Kapan Namaku Dipakai Buat Judul Sinetron?

January 24, 2008 evelynpy 37 comments
Setalah saya fakum dari dunia persinetroran Indonesia semenjak kejayaan Tersanjung, ABG *Anak Baru Gede* dan Dara Manisku usai, saya putuskan inilah saat yang tepat untuk melihat sinetron Indonesia kembali. *Untuk semua sinetronnya Agnes pasti saya tonton* Beberapa alasan yang membuat saya ogah berlama-lama menonton sinetron Indonesia pasti dimiliki oleh RD Lovers yang lainnya. Mulai dari jalan cerita yang itu-itu saja, penyiksaan tiada akhir dengan tangisan yang berlinang, cinta segitiga, judul sinetron yang hanya memakai nama, kostum yang tidak matching dengan lokasi * anak sekolah kok make up dan memakai gelang dan kalung yang norak?* sampai pada sinetron jiplakan dari Korea, Taiwan, Jepang hingga kartun Inggris.

Sudah beberapa tahun saya tidak mengikuti perkembangan sinetron. Saya lebih memilih melihat DVD serial milik luar negri yang komplek dan bermutu serta original layaknya Heroes, Lost, Desperate Housewives, Grey’s Anatomy * my fav* hingga serial Korea dan Taiwan layaknya Princess Hour and many more.

Tapi….ketika melihat iklan sinetron yang ditayangkan di RCTI dan dimainkan oleh Baim Wong serta Nirina, berjudul Diva * lagi-lagi hanya nama* hasrat menonton sinetron saya kok tiba-tiba muncul ya? Akhirnya saya putuskan untuk melihatnya. Kekonyolan si Baim Wong yang menjadi Dokter Angkasa saat memeriksa sang nenek dari Nirina alias Diva masih ada. Sebenernya sebelum main, Baim Wong belajar nggak si bagaimana caranya menjadi dokter? Kaku amat mainnya, nggak ngerti harus ngambil alat yang mana dan hanya teriak-teriak sama susternya. Nirina yang bermain sebagai orang buta di sinetron ini cukup kocak dan konyol, namun sekali lagi terlalu berlebihan dalam acting. Tapi nggak tahu mengapa saya tetep jatuh cinta sama sinetron ini?! Mungkin karena terlalu lama diam di Indonesia kali ya jadi ya begini, mau jelek mau bagus tetep aja ditonton. Aneh!

Saya harap keputusan kembalinya saya untuk melihat sinetron Indonesia ini tidak mengecewakan saya. Saya harap Diva bukan sinetron jiplakan dari manapun, ratingnya naik meski harus gonta-ganti chanel dari Indosiar ke SCTV * mainnya bersamaan dari jam 6-7 pm.* Memiliki jalan cerita yang bagus dan nggak melulu kejam dan menyiksa serta *mbulet* alias berbelit-belit dan kalau memang sudah saatnya harus tamat. Jangan maksain layaknya Cinta Fitri seasson 2. Semoga terwujud!

Kira-kira kapan ya nama saya dipakai untuk judul sinetron di Indonesia? EVELYN gitu… Kalau nama saya ini memang pasaran digunakan di Film-film luar misalnya di The Mummy, apalagi ya lupa.
Categories: RD and My Activities Tags:

American Gangster!

January 21, 2008 evelynpy 22 comments
american-gangster-poster-1.jpg
Bagi RD Lovers yang hobi nonton film pasti senang sekali ya, karena minggu ini bioskop ditongkrongin dengan film bertaraf oscar yaitu American Gangster selain beberapa film brainless Indonesia yang nongkrong disana.Tapi buat RD Lovers yang sudah terbiasa nonton film brainless alias film yang nggak perlu buat kita mikir dan cukup membuat kita senang saat itu saja saya himbau jangan mengambil resiko menonton American Gangster. Tapi…buat anda yang nekat dan penasaran akan kedasyatan film ini, segeralah beli tiket dan berdecak kagum akan film ini!

Read more…

Ih…Takut Aku!

January 19, 2008 evelynpy 31 comments
 rat_love_by_carandrats.jpg
Well makan bersama keluarga memang asik ya, apalagi kalau jarang bertemu trus makan bersama dalam satu meja, moment yang luar biasa yang nggak akan bisa tergantikan.Tapi moment itu bisa dirusak oleh suatu hal yang bahkan saya saja tidak kepikiran untuk hal itu. Tikus! Ya tikus got kecil berwarna abu-abu memporak-porandakan makan malam bersama keluargaku. Dan lebih parahnya lagi itu terjadi saat aku makan di restoran yang notabene punya nama dan saat itu lagi ramai-ramainya, yaitu Primarasa. Kali ini saya dan keluarga menyantroni Primarasa yang berada di kawasan Kertajaya, Surabaya.* kejadian 17 Januari 2008 *

Read more…

Penerapan Bahasa Jawa di Sekolah Surabaya?

January 15, 2008 evelynpy 29 comments

Belajar bagi sebagian orang adalah suatu hal yang menyenangkan, penuh tantangan dan kepuasaan tersendiri ketika berhasil menguasai suatu bidang. Seperti layaknya seseorang yang ingin bersantai, dalam belajarpun memerlukan suatu kenyamanan agar seseorang bisa mempelajari suatu hal dengan santai. Baik itu tempat, siapa yang mengajar hingga bahasa yang digunakan. Bayangkan saja kalau kita belajar dengan tempat yang kotor dan kumuh serta berbau dengan guru yang amat sangat membosankan dalam menjelaskan sesuatu, pasti kita malas untuk mempelajari hal tersebut yang dari awal kita sudah bersemangat. Jangankan begitu, kenyataannya meski tempatnya nyaman dan berAC pun dengan guru yang enak mengajar, kita tidak jarang mengeluarkan kata malas! Nah bagaimana kalau hal “malas” tersebut diperparah oleh pengunaan bahasa yang ribet mesti seharusnya hal itu harus diterapkan?

Bisa anda bayangkan kalau anda sekolah lalu diwajibkan menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar? Amat sangat susah kan? Kenyataannya kadang kita memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan ) saja susahnya minta ampun. Kadang malah keceplosan menggunakan kata “lu dan gue” atau “mboh wes “.  

Masalahnya bagaimana kalau harus menggunakan bahasa Jawa dengan baik dan benar dalam suasana belajar mengajar dengan alasan ingin menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa? Apakah anda bisa bayangkan? Hal itulah yang akan segera di realisasikan pada sekolah-sekolah di Surabaya. Akan ada hari khusus untuk pengunaan bahasa Jawa. Anda bisa bayangkan kalau semua sekolah baik swasta maupun negeri memberlakukan hal tersebut?Pasti akan sangat ”keren”! Padahal apa anda masih ingat bahwa di SD sampai SMP kita sudah diajarkan bahasa Jawa beserta ”grammarnya dan penulisannya” dan berhasil mendapatkan nilai jelek. Bagaimana itu bisa diterapkan lagi sekarang ini? 

Saya tidak bisa membayangkan kalau siswa di kelas bingungnya setengah mati ketika gurunya menjelaskan suatu hal dengan bahasa Jawa halus dan siswa mulai bosan dan mengeluarkan umpatan khas Jawa yang diperbolehkan pada hari itu?! Saya tidak bisa membayangkan pula bagaimana guru-guru yang notabene bukan orang Jawa Timur harus susah-susah belajar bahasa Jawa untuk berkomunikasi saat hari itu berlaku? Saya juga tidak bisa membayangkan kalau sekolah international sekelas SIS ( Surabaya International Shcool ) memberlakukan hari itu!! Lha wong pemberlakuan satu hari berbicara memakai bahasa Inggris di jurusanku, mahasiswanya memilih ”silent is golden” apalagi bahasa Jawa! 

Apa jadinya bahasa Jawa kalau diterapkan di sekolah-sekolah yang selama ini berbicara bahasa ibu saja mereka bosan dan lebih bertahan berbicara memakai bahasa gaul? Apa memang pemberlakuan bahasa Jawa ini bisa meningkatkan nasionalisme kita? Bagaimana dari segi moral? Apa tidak justru meningkatkan ketidaksopanan baik antara guru dengan murid atau sesama murid dalam percakapan?Apa tidak terlalu terlambat untuk diterapkan sekarang ini?

Bayangkan saja kalau mereka bercakap-cakap:

 Seorang siswa yang bertanya pada bapak gurunya dengan bahasa Jawa yang kasar” Pak aku nggak ngerti opo sing bapak jelasno!”

Translate Indonesianya: ”Pak saya tidak mengerti apa yang bapak jelaskan!

Sang pak guru menjawab:

” yo wes.entenono dhisik, mengko bapak jelasno maneh!”Ya wes, tunggu sebentar ya nanti bapak jelaskan lagi! 

Nah kedua-duanya tidak mengerti bagaimana penerapan kromo inggil atau bahasa Jawa halus, tapi keadaan memaksa mereka untuk memakai bahasa Jawa pada hari khusus yang menggunakan bahasa Jawa. Lantas apa kata dunia?

Bisa anda baca disini mengenai penggunaan bahasa Jawa. 

http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=321699