MAEN-MAEN KE PASAR YUK…

yogurt2.jpg

 

Siapa dari RD Lovers yang nggak pernah pergi ke pasar tradisional meski cuman satu kali seumur hidup?

Siapa juga dari RD Lovers yang nggak pernah pergi ke pasar modern seperti misalnya Hypermart, Carefore, pokoknya sejenis itu lah?

Nah, saya rasa RD Lovers semua pasti pernah pergi ke dua tempat yang dinamakan pasar, meskipun tempat, suasana, barang, dan semuanya berbeda. Ya kan? ;)

Kalau saya sendiri nie, kadang-kadang pergi ke pasar tradisional ( kalau sekarang hampir 2 hari sekali ), soalnya nggak ada pembantu jadi belanja deh dipasar depan komplek.

Lain halnya kalau pergi kepasar modern, lebih tepatnya seperti Hypermart, dan lain-lain. Hampir tiap bulan, ( untuk belanja bulanan ), tapi kalau lagi kemall dan inget ada yang habis, langsung deh mampir sebentar!

Nah…sebenernya sama sie dengan RD Lovers yang pastinya males ke pasar tradisional.

Ada beberapa alasan yang buat aku males dan memilih pasar modern:

Keadaan pasar yang nggggaaaakkk banget!
Penuh sesak antara pembeli dan penjual ( penjual sayur, daging dan laen2 bukan penjual orang lho ya ) yang kalau dibandingin nie sama-sama banyaknya. * setuju nggak? *
Bau yang aduhaiiii…bikin kepala puyeng. ( percampuran antara bau sayur, daging, ayam, sisa-sisa kupasan kelapa, makanan, bercampur jadi satu dan bikin nafsu makan turun ).Maksa saya kadang untuk tutup idung ketika lewat.
Banyak lalat yang senantiasa ada kemanapun kita jalan.
Hujan nggak hujan tetep aja becek, jadi kita harus pakai yang namanya sandal japit. Kalau pas apes, bisa terpeleset, jatoh dan diliatin orang sepasar and sandal japit rusak. ( aku pernah lho ) * dilarang keras tertawa terbahak-bahak*
Belum lagi ngeliat para tukang becak dan kuli pasar, serta tukang parkir yang tampangnya suuueeerrreeeemmmm dan tertawa penuh arti.* ihh takut *.

Banyak orang Maduranya, yang selalu bilang “ hallo sayang” dikalimat pembuka. Sayang-sayang, sejak kapan aku jadi pacarnya? Sok akrab banget sih! * ntar bisa dikira lesbong lagi*
Masalah lokasi, kalau nggak di tempat yang nyempit banget, misalnya di pasar pabean (orang Surabaya pasti tahu nih ), dijalan raya yang kalau malem jadi pasar buat saya lebih was-was.

Tapi meski begitu kenapa aku tetep aja ke pasar tradisional?* bingung sendiri *

Ya karena harganya miring! Semua pada murah!

Woi….. RD siapa bilang? ( enak2 nulis dibisikin sama seseorang, begitu di toleh eh nggak ada ) * lantas siapa yang bisikin? *

Tapi bisikan itu bener juga, kadang nggak semuanya murah di pasar tradisional lho dan semua orang tahu itu.

Coba lihat dibawah ini:

Masalah tempat, no comment deh! Besar, bersih, display yang menarik jadi pengen beli semuanya. Tempatnya itu lho uuuaadeeemmm, seeejuuukk. Coba kalau dipasar! Udah panas, bau kringet, bau macem2, pulang2 nggak selera makan deh!
Masalah harga? Wah ternyata ada beberapa yang lebih murah di pasar modern lho. *inget belum ditambah pajak, biaya listrik, dll *

Trus… apa lagi ya? Hmmmmm

Oh ya… Banyak cowok dan cewek okeh yang rela dandan, apalagi kalau terletak di mall. * bisa cuci mata deh *

Kalau butuh beli bumbu rawon, langsung ke bagian bumbu.Hairdryer rusak, mau beli, langsung aja kebagian elektronik. Kalau ada diskon khusus misalnya buah kelengkeng 1KG @300rupiah, lansung deh berjubelan. * padahal nggak mau beli, cuman acting beli, tapi mulut lagi ngunyah *

Mulai dari yang namanya krupuk made in Indonesia ampe Italy * emang Italy punya krupuk* ada, mulai dari susu lokal ampe susu Belanda alias Ducth Lady and Yogurt ada. * bayangin kalau dipasar tradisional, ditanya ada susu yogurt malah diambilin susu yang laen*

Ada soundtracknya man saat kita lagi asik ambil barang yang ini dan yang itu. Mulai dari UNGU ampe DEWI_DEWI. * coba kalau dipasar, soundtracknya apa ya selain siulan orang.*

So… RD kasian juga sih ama nasib pasar tradisional yang lambat laun akan tergantikan oleh pasar modern yang lebih nyaman meski harus membayar harga sedikit mahal. Tapi it’s ok lah. :)

Buktinya aja nie, sekarang di Surabaya ini, dimana-mana Carefor, Hypermart, Giant, Alfamart, Hero dan masih banyak lagi sampai mata ini bosen ngeliat logonya. Habisnya jarak antara satu mall yang ada pasar modernnya dengan mall yang laen yang ada pasar modernnya deket banget nggak ampe 10 km.

Itu masih mendingan, nah kalau deket rumahku, jarak antara pasar tradisional ama mall yang ada begituannya nggak nyampe 10 km lho.

RD mau tanya nie ama RD Lovers semua:

Gimana kalau pasar tradisional tutup, apakah RD Lovers rela? Sertain alasannya ya. :)

Trus apa kejadian lucu saat belanja di pasar tradisional yang nggak bisa dilupaain ampe sekarang?

* Nah mau jawab yang mana juga okeh kok 

About these ads